Pelantikan dan Sumpah Ners Periode XIV UNITRI, Cetak Perawat Profesional Adaptif dan Visioner

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) kembali melahirkan karya nyata. Kamis (18/12), telah dilaksanakan Pelantikan dan Ucap Sumpah Ners Periode XIV di Hall Hotel Rayz UMM. Sebanyak 48 lulusan Pendidikan Profesi Ners dilantik Wakil Rektor 1 Unitri, Prof. Dr. Ir. Kgs. Ahmadi, M.P.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FIKES Unitri Prof. Dr. Ir. Widowati, M.P menegaskan bahwa lulusan Pendidikan Profesi Ners Unitri harus tangguh. Memiliki karakter dan kompetensi keilmuan yang kuat. Mampu berkolaborasi. Memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Serta Adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Berbagai upaya dan program penguatan kompetensi dan skill telah kami integrasikan dalam kurikulum. Dengan tujuan dapat melahirkan lulusan perawat yang hebat, memiliki kepedulian pada orang lain, terutama pada kalangan yang lemah,” katanya saat ditemui Malang Posco Media.
Menurutnya, Sumpah Ners lebih dari sekadar kegiatan ritual. Tetapi sebagai bentuk tanggung jawab para mahasiswa. Menunjukkan kesiapan mereka untuk terjun dan mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara. “Harapan kami tentu para lulusan dapat mengamalkan keilmuan mereka. Mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang kompetensinya. Kami yakin mereka mampu bersaing di tengah kompetisi yang semakin ketat,” tuturnya.
Acara Pelantikan dan Ucap Sumpah Ners berlangsung khidmat. Pelantikan dipandu oleh Wakil Rektor 1. Lalu dilanjutkan dengan proses ucap sumpah. Dipandu oleh Wakil Dekan FIKES Unitri. Naskah pelantikan dan ucap sumpah juga ditandatangani oleh Pengurus DPW PPNI Jawa Timur. Lalu penyematan pin keanggotaan PPNI secara simbolis dilakukan oleh Pengurus DPD PPNI Malang. Prosesi dilanjutkan dengan pengukuhan dan ucapan selamat dari wakil rektor.
Wakil Dekan FIKES Unitri Sirli Mardianna Trishintas, S. Kep., Ns., M. Kep menjelaskan, untuk menjadi perawat profesional lulusan S1 Keperawatan harus melanjutkan ke Pendidikan Profesi Ners. Mereka harus lulus uji kompetensi sebelum akhirnya dinyatakan sebagai perawat profesional. “Kami bersyukur lulusan kami selama ini lulus dengan predikat First Taker di atas 80 persen. Jadi lumayan tinggi sebagai output yang kompeten,” katanya.
Menurutnya, FIKES Unitri membekali lulusan dengan lima peranan perawat. Yaitu care provider, educator, communicator, researcher dan advocator. “Kami fokus pada layanan kesehatan primer. Karena lulusan kami banyak yang kembali ke daerah. Karenanya kami bekali dengan lima nilai tersebut, agar mereka menjadi perawat yang andal,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua DPW PPNI Jawa Timur Prof. Dr. Ahsan, S.Kp., M.Kes menyampaikan, seorang perawat harus memiliki jiwa empati, bertanggung jawab, disiplin, komunikatif, memiliki kepribadian yang tangguh, berpikir logis dan sistematis, leadership, etik dan menjunjung tinggi kejujuran.
“Perawat bukan hanya pintar dan cerdas. Tapi juga berakhlak yang bagus. Mengemban tugas perawat itu berat, maka harus dikerjakan dengan hati. Berjiwa visioner dan melakukan yang terbaik,” ucapnya. (imm/adv/lim)










