Perluas Pasar Ekspor, Keripik Tempe Tembus Selandia Baru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Pertumbuhan sektor industri perdagangan terutama UMKM di Kota Malang masih terus mencatatkan hasil yang positif. Salah satu produk UMKM andalan dari Kota Malang yakni Keripik Tempe bahkan pasar ekspornya terus meluas. Terbaru, produk Keripik Tempe ini telah menembus pasar Selandia Baru bersama dengan produk kriya, komoditas unggulan lainnya
Kepal Diskopindag Kota Malang Eko Sriyuliadi menyebut, proses ekspor keripik tempe itu dilakukan bertahap sejak beberapa hari kemarin. Namun untuk volume ekspor secara tepatnya, Eko masih menunggu informasi lengkap.
“Pekan depan pengiriman produk UMKM ke Selandia Baru ini akan dilanjutkan. Ekspor ini dilakukan setelah melalui proses kurasi. Karena UMKM harus memenuhi standar terlebih dahulu agar bisa masuk ke pasar global,” ungkap Eko, Senin (22/12) kemarin.
Sampai saat ini, disampaikan Eko sudah ada sebanyak 22 UMKM yang telah dinyatakan lolos kurasi. Mereka ini telah mengikuti program ekspor dan telah diberikan pembinaan dengan menyeluruh. Misalnya terkait dengan kelengkapan untuk perizinan produksi, kualitas packaging atau kemasan, hingga memastikan kesiapan pasar yang dituju.
“Semua 22 UMKM ini sudah terkurasi dengan baik dan produk mereka telah diekspor. Proses ekspornya pun dilakukan secara bertahap juga. Semua hal seperti perizinan, produksi, kemasan, dan market sudah jelas. Dampaknya besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Malang,” tambah dia.
Dengan adanya program ekspor tersebut, selaras dengan misi menjadikan UMKM naik kelas. Yakni mendorong peningkatan pemasaran produk UMKM ke tingkat yang lebih tinggi, yakni di pasar internasional. Eko mengaku, selanjutnya Diskopindag Kota Malang juga terus memperluas pasar ekspor untuk produk UMKM ini. “2026 nanti target ekspansinya mencakup negara Malaysia, Abu Dhabi, sampai kawasan Asia Pasifik. Jumlah UMKM yang terlibat juga diproyeksikan terus bertambah. Nanti UMKM nya bertambah, produknya bertambah dan Kami akan ekspansi lebih luas lagi. Ini sangat berdampak besar untuk pertumbuhan ekonomi dan ekosistem ekonomi mikro di Kota Malang,” pungkasnya. (ian/aim)










