Kabar Haji 2026; 23 Dapur di Madinah Siap Layani Konsumsi Jemaah Haji, Tempe hingga Rendang Jadi Menu Favorit

Laporan langsung Wartawan Malang Posco Media, Muhaimin yang tergabung dalam Media Center Haji PPIH Arab Saudi 2026.
Malang Posco Media – Cita rasa Nusantara tetap menjadi prioritas dalam layanan konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah. Dari puluhan dapur yang disiapkan, menu khas seperti tempe dipastikan kembali hadir dan bahkan menjadi salah satu hidangan favorit yang paling dinanti jemaah.
Salah satu penyedia katering, Katering Meez Marry, menjadwalkan tempe hadir hingga lima kali dalam sepekan. Kebijakan ini diambil menyusul tingginya permintaan jemaah terhadap menu sederhana khas Indonesia tersebut.
Koki utama Katering Meez Marry, Abdurrahman, mengungkapkan tempe dan tahu selalu menjadi menu yang paling diminati, baik oleh jemaah haji maupun umrah.
“Kami memproduksi tempe sendiri agar kualitas dan ketersediaannya terjaga. Selain melayani haji, kami juga melayani jemaah umrah, sehingga produksi dilakukan secara mandiri di dapur kami,” ujarnya di sela persiapan konsumsi jemaah, Senin (20/4).
Meski menu telah ditetapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), variasi hidangan tetap mengedepankan kekayaan kuliner Indonesia. Jemaah akan disuguhi beragam cita rasa dari berbagai daerah seperti Jawa, Sunda, Kalimantan, Sulawesi, hingga Sumatera.
Beberapa menu unggulan yang disiapkan antara lain rendang dan ayam woku yang dikenal kaya rempah. Untuk menjaga keaslian rasa, pihak katering tidak hanya mengandalkan bumbu pasta dari Kemenhaj, tetapi juga menambahkan rempah segar yang didatangkan langsung dari Indonesia.
“Kami gunakan bahan seperti sereh, lengkuas, daun jeruk, daun salam, kunyit, hingga jahe untuk memperkuat cita rasa,” jelas Abdurrahman.
Tahun ini, layanan makanan bagi jemaah lanjut usia (lansia) juga mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya menu khusus lansia seperti nasi tim atau bubur disediakan dalam porsi tertentu, kini layanan tersebut diberikan berdasarkan permintaan. Kebijakan ini diambil setelah evaluasi tahun lalu menunjukkan banyak menu lansia yang tidak terserap.
Katering Meez Marry sendiri mendapatkan kepercayaan melayani sekitar 10 ribu jemaah pada musim haji tahun ini. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 14 ribu jemaah, seiring kebijakan pemerataan kuota layanan katering.
Dengan kapasitas tersebut, Meez Marry menjadi satu dari empat perusahaan katering yang menangani jemaah dalam skala besar di Madinah.
Operasional dapur diperkuat oleh tenaga profesional, termasuk 22 pekerja asal Indonesia sebagai tim inti yang memahami karakteristik lidah Nusantara. Mereka didukung tenaga tambahan dari negara lain,
untuk memastikan proses produksi hingga distribusi makanan berjalan lancar dan tepat waktu.
Dengan kesiapan dapur dan variasi menu yang tetap mempertahankan cita rasa Indonesia, layanan konsumsi diharapkan mampu menunjang kondisi fisik jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. (aim)





