Malang Posco Media – Sosok Melissa Tania Tantiono menjadi representasi nyata dari semangat “Kartini Gen Z” yang berani mendobrak zona nyaman demi membangun tanah air. Di usianya yang masih muda, perempuan kelahiran Malang, 20 Agustus 1997 ini telah memegang tanggung jawab besar sebagai Direktur Ascent Hospitality Group, sebuah manajemen hotel yang kini membawahi tujuh properti strategis di Malang Raya hingga Pasuruan.
Perjalanan karier Tania bukanlah hasil dari proses instan. Meski memiliki latar belakang pendidikan mentereng sebagai lulusan UC Berkeley, Amerika Serikat, dengan gelar di bidang Bisnis Administrasi dan Teknik Industri, ia memilih untuk pulang kembali ke tanah air dan tidak mau menetap di luar negeri. Baginya, Indonesia adalah ladang kreativitas yang menyimpan peluang tak terbatas bagi siapa pun yang mau berusaha.
Kisah inspiratifnya bermula saat pandemi melanda dunia pada tahun 2020. Saat itu, Tania yang sedang meniti karier di dunia e-commerce pulang ke Malang untuk melakoni WFH. Momentum transisi tersebut ia manfaatkan untuk berdiskusi dengan orang tuanya mengenai potensi manajemen perhotelan profesional.
Langkah beraninya dimulai pada September 2020 setelah proses pengambilalihan (take over) Ascent Premiere. Ia kemudian memilih resign dari pekerjaannya dan mulai terjun ke bisnis perhotelan.
“Saya belajar dulu di sini, tidak langsung (jadi direktur). Selama satu tahun saya belajar dulu di accounting, belajar sama GM-nya, baca-baca buku tentang bisnis perhotelan, dll,” sambungnya.
Alih-alih hanya melanjutkan bisnis yang sudah ada, Tania malah membangun fondasi baru dengan membentuk manajemen formal yang kini dikenal sebagai Ascent Hospitality Group (AHG) pada Januari 2022. Di tangannya, dalam kurun waktu 5 tahun, AHG mampu menaungi tujuh properti sekaligus, yakni Ascent Premiere Hotel & Convention Malang, Ascent Premiere Hotel & Convention Pasuruan, Ascent Hotel & Cafe Malang, Tidar Hotel & Cottages, Tuwuh Hotel at Kayutangan, The Himana Hotel Malang dan D’Fresh Guest House and Resto.
Dari beberapa properti yang kini berkibar di bawah naungan AHG, Tania beserta tim harus bekerja lebih keras untuk membangunnya kembali. Sebab beberapa properti yang diambil alih tersebut dalam kondisi tidak stabil atau membutuhkan penangan yang lebih intens untuk kembali dilirik oleh masyarakat. Meski menghadapi tantangan yang sangat berat, namun Tania tetap bersyukur, mengingat properti yang diambil alih tersebut berada di lokasi emas yang membuatnya memiliki nilai lebih.
Sebagai pemimpin muda di industri yang dinamis, Tania memimpin tim dari berbagai lintas generasi. Banyak hal yang harus ia pelajari. Salah satunya saat pengambilan keputusan, ia mengutamakan basis data dan bukti nyata, bukan sekadar asumsi.
“Selain itu saya selalu menerapkan prinsip, harus memperlakukan orang lain sebagaimana saya ingin diperlakukan. Saya yakin dengan sikap respek dan hormat, orang-orang yang bahkan lebih senior dan berpengalaman di dunia perhotelan, akan respek kepada saya juga,” bebernya.
Di sela kesibukan menghandle tujuh properti hotel, alumnus SMA Kolese St. Yusup (Hwa Ind) ini tetap menjaga keseimbangan hidupnya. Membaca buku, bermain tenis, dan rutin olahraga di gym adalah cara ia menjaga kesehatan fisik serta kejernihan mental. Bagi Tania, menjadi Kartini masa kini berarti memiliki keberanian untuk pulang, berkreasi, dan memberikan dampak nyata bagi industri lokal. Semangatnya membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk menjadi pemimpin yang transformatif di Indonesia. (nda/jon)






