Kabar Haji 2026; Armuzna 2026, Kemenhaj RI Siapkan Makanan Ready To Eat untuk Jemaah Haji

Para jemaah haji Indonesia akan mendapatkan paket makanan RTE untuk persiapan puncak haji di Armuzna. Mch_mpm

Malang Posco Media, Jakarta — Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiapkan layanan konsumsi berupa Ready To Eat (RTE) atau makanan siap santap bagi jemaah haji Indonesia.

Skema ini dipilih untuk memastikan kebutuhan nutrisi jemaah tetap terpenuhi di tengah mobilitas tinggi dan padatnya aktivitas selama fase puncak haji.

Juru Bicara Kemenhaj RI,  Maria Assegaff, mengatakan layanan konsumsi menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mendukung kondisi fisik jemaah agar tetap prima selama menjalani rangkaian ibadah.

“Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Mch_mpm

Menurut Maria, fase Armuzna merupakan tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji karena melibatkan pergerakan massal jemaah dalam waktu yang terbatas. Karena itu, distribusi makanan harus dirancang cepat, aman, dan mudah dikonsumsi.

Pemerintah pun memilih sistem katering Ready To Eat, yakni makanan siap santap yang tidak memerlukan proses penyajian rumit. Selain praktis, makanan jenis ini memiliki daya tahan lebih baik, mudah didistribusikan, dan tetap memenuhi standar gizi serta keamanan pangan.

“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” kata Maria.

Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan menerima 15 porsi makanan siap santap yang disediakan pihak syarikah. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan enam porsi tambahan untuk fase pra-Armuzna pada 7 dan 8 Dzulhijjah, serta pasca-Armuzna pada 13 Dzulhijjah, atau bertepatan pada 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Kemenhaj memastikan seluruh paket makanan akan mulai didistribusikan ke hotel-hotel jemaah Indonesia pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026, sebelum keberangkatan menuju Armuzna.

“Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jemaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jemaah selama fase puncak haji,” tegasnya.

Hingga hari ke-28 operasional haji 1447 H/2026 M, tercatat 464 kloter dengan 179.463 jemaah dan 1.851 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sementara 455 kloter dengan 175.682 jemaah telah tiba di Makkah.

Untuk gelombang kedua melalui King Abdulaziz International Airport Jeddah, sebanyak 190 kloter dengan 72.904 jemaah telah tiba. Selain itu, 12.180 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi dan mulai menjalani tahapan ibadah sesuai jadwal.

Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, menghemat tenaga, dan mengikuti arahan petugas menjelang fase puncak haji. (aim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *