Anggaran Terpangkas, Perawatan Kolam Renang Kanjuruhan Tak Maksimal
MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Pemangkasan anggaran operasional berdampak pada pemeliharaan sejumlah fasilitas olahraga di Kabupaten Malang. Salah satunya Kolam Renang Kanjuruhan yang berada di kawasan Stadion Kanjuruhan.
Kolam renang berstandar internasional tersebut idealnya membutuhkan anggaran pemeliharaan sekitar Rp 122 juta per tahun. Namun pada 2026, anggaran yang tersedia hanya Rp 19 juta.
Keterbatasan anggaran membuat sejumlah pekerjaan teknis belum dapat dilakukan secara maksimal. Di antaranya perbaikan mesin filter dan sirkulasi air, kebocoran pipa akibat kondisi tanah yang tidak stabil, hingga kerusakan keramik lantai kolam.
Kepala Bidang Sarana Prasarana (Sarpras) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang Ratna Indriyani mengatakan, kerusakan tersebut membutuhkan penanganan, namun terbentur keterbatasan anggaran.
“Karena minimnya anggaran itu, pemeliharaan teknis tidak dapat berjalan maksimal. Seperti kerusakan pada mesin filter atau sirkulasi air, tidak bisa kami perbaiki. Kemudian kebocoran pipa akibat tanah tidak stabil juga tidak bisa kami perbaiki lantaran keterbatasan anggaran,” ungkap Ratna.
Kerusakan keramik lantai kolam juga menjadi salah satu pekerjaan yang belum tertangani. Padahal, perbaikan dinilai perlu segera dilakukan untuk menjaga kondisi fasilitas.
Meski demikian, Dispora Kabupaten Malang tidak tinggal diam. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengajukan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada sejumlah perusahaan di Kabupaten Malang.
“Kami bersurat ke perusahaan-perusahaan untuk pengajuan CSR. Sampai saat ini belum ada yang merespons. Tapi kami berharap ada perusahaan yang merespons karena itu akan mengurangi beban biaya pemeliharaan,” ujarnya.
Selain mengandalkan CSR, Dispora juga mengusulkan tambahan anggaran melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Namun, tambahan anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi Kolam Renang Kanjuruhan, melainkan seluruh fasilitas olahraga yang dikelola Dispora.
“Kalau PAK, anggarannya tidak hanya untuk Kolam Renang Kanjuruhan. Tapi tambahan anggaran pemeliharaan untuk seluruh fasilitas olahraga. Termasuk pembersihan rumput dalam dan luar Stadion Kanjuruhan yang biayanya juga cukup besar,” jelasnya.
Kendati terdapat sejumlah kerusakan, operasional Kolam Renang Kanjuruhan hingga kini tetap berjalan. Masyarakat masih menggunakan fasilitas tersebut setiap hari, termasuk sejumlah klub yang menjadikannya sebagai lokasi latihan.
“Juga ada klub yang berlatih di Kolam Renang Kanjuruhan. Kalau operasional masih normal,” pungkas Ratna. (ira/aim)





