Dinkes Cek Kesehatan 120 Sopir Bus di Terminal Arjosari

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Menghadapi datangnya momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para awak bus, khususnya sopir, Rabu (17/12) kemarin. Total ada 120 sopir utama maupun cadangan dari sejumlah bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dan AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi)
Penanggung Jawab K3 Dinkes Kota Malang, Lilik Suharti menyampaikan, untuk pemeriksaan kesehatan tersebut pihaknya melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Polowijen, Puskesmas Pandanwangi, RSUD Kota Malang serta Badan Narkotika Nasional (BNN). Dari pemeriksaan tersebut, hasilnya para sopir itu bebas dari alkohol serta narkoba.
“Begitu hasil pemeriksaan keluar semuanya, kemudian terakhir juga ada rekomendasi kelayakan (kesehatan) itu diberikan dari dokternya,” terang Lilik.
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik seperti tinggi badan, berat badan, tekanan darah dan pemeriksaan utama adalah tes buta warna. Ini dinilai cukup penting untuk membedakan lampu lalu lintas sehingga mencegah potensi kecelakaan.
Kemudian yang juga penting yaitu pemeriksaan tes gula darah, tensi, hingga pemeriksaan narkoba dan paparan minuman alkohol.
“Bisa jadi minuman-minuman yang diminum oleh sopir itu mengandung alkohol, meskipun bukan alkohol yang resmi ya. Misalnya seperti tape, kadang-kadang itu mengandung alkohol. Terus pemeriksaan yang utama narkoba ini oleh BNN. Kadang juga ada bukan (narkoba) murni, seperti mengakuisisi narkoba asli, walaupun jarang itu terjadi,” jelas dia.
Ia pun mengimbau kepada para sopir bus supaya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Tidak hanya momen momen tertentu seperti kemarin saja. Sebab, dari Kemenkes RI juga telah memiliki program khusus untuk cek kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat.
Selain itu, diharapkan para sopir ini tetap bisa meluangkan untuk istirahat maupun peregangan supaya tubuh bisa lebih segar. Paling minim, peregangan sekitar 10 menit setelah dua jam menyetir kendaraan.
“Kalau nanti dia itu perjalanan panjang, beberapa jam, diharapkan ada sopir cadangan untuk bergantian. Karena semuanya untuk menjaga keselamatan, ya,” tutur dia.
Salah satu sopir bus, Andi Setiawan mengaku bersyukur karena hasil pemeriksaan, menunjukkan kesehatannya bagus dan layak untuk bekerja. Sopir Bus Bagong jurusan Surabaya-Malang-Blitar ini mengakui dirinya ikut pemeriksaan kesehatan hanya memanfaatkan momen tertentu saja.
“Alhamdulillah hasilnya normal. Mulai dari gula darah, alkohol, dan lain-lain, untuk saya normal. Terakhir cek kesehatan pas Lebaran dulu, saat di Blitar. Pemeriksaan kesehatan ini ya sangat penting sekali ya,” tutupnya. (ian/aim)










