Djoko Prihatin Tak Terbukti Pelanggaran Etik

Hasil Rapat Badan Kehormatan DPRD Kota Malang
MALANG POSCO MEDIA- Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Malang menyelenggarakan rapat internal membahas dugaan pelanggaran etik terhadap salah satu anggota DPRD Kota Malang, Djoko Prihatin, Senin (22/12) kemarin. Rapat internal di gedung DPRD Kota Malang ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran etik.
Ketua BK DPRD Kota Malang Kristina Yanuarti menyampaikan, secara garis besar, rapat tersebut menghasilkan dua poin. Pertama, laporan tersebut semestinya ditujukan terlebih dahulu ke pimpinan DPRD Kota Malang untuk kemudian dilakukan investigasi oleh BK DPRD.
“Surat ini salah alamat. Harusnya ke Ketua DPRD Kota Malang untuk nanti di-disposisikan ke BK. Sehingga BK bisa bertindak sesuai yang ada di DPRD Kota Malang,” ujar Kristina, usai rapat internal.
Kendati begitu, sebagai upaya proaktif, pihaknya tetap membahas dugaan pelanggaran etik itu bersama seluruh anggota BK. Hanya saja, berdasarkan pembahasan internal tersebut, memang belum ditemukan adanya bukti kuat, sesuai dengan yang disertakan oleh pelapor.
“Foto yang terdapat dalam surat (lampiran), tidak menguatkan untuk tuduhan tersebut. Itu fotonya kan hanya jalan berdua. Misal saya jalan berdua dengan Anda, entah dimana pun tempatnya, apa bisa dikatakan seperti tuduhan itu?” tambahnya.
Sehingga pasca pembahasan tersebut, belum ada keputusan apa pun untuk dugaan pelanggaran etik yang dilaporkan tersebut. Ia menyebut pihaknya tetap membuka diri jika masih ada bukti atau laporan yang lebih kuat.
“Kami (melakukan pembahasan) itu berdasarkan surat. Misalnya nanti ada yang perlu disampaikan (dilaporkan), ya monggo bisa segera bersurat,” tegasnya.
Terpisah, Djoko Prihatin belum memberikan tanggapannya terkait dugaan pelanggaran etik tersebut. Dihubungi Senin (22/12) kemarin, Djoko diketahui tengah sibuk menemui para tokoh dan sesepuh Partai Golkar Kota Malang selama sehari penuh.
Sebab, seperti diketahui, pasca resmi terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Kota Malang periode 2025-2030 usai Musda XI di Surabaya 14 Desember lalu, Djoko memang telah berencana untuk melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi internal. Tidak hanya menggandeng kembali para kader, tapi juga ingin menemui para tokoh atau sesepuh di Partai Golkar.
“Ini salah satunya (menemui) pak Bambang Sumarto, mantan anggota dewan,” ucap Djoko singkat.
Sebelumnya, Djoko juga diketahui tengah menyusun formatur kepengurusan yang baru. Hal ini dilakukan agar pengurus baru bisa segera berkarya untuk partai berlogo ‘Pohon Beringin’ itu.
Djoko memastikan selama pembentukan struktur kepengurusan baru ini dilakukannya secara terbuka dan proporsional. Ia menyebut tidak ada dominasi kelompok tertentu dan ia pasti mengoptimalkan kader yang siap memberikan yang terbaik
“Sesuai arahan dari pak ketum, kami akan rangkul semua. Terutama mereka yang punya potensi, punya kapabilitas yang baik untuk bekerja dan berkarya untuk Partai Golkar,” terang dia beberapa hari kemarin.
Disampaikannya, proses ini memang membutuhkan waktu. Sebab, pasca Musda lalu, dinamikanya memang cukup panas sehingga pihaknya harus melakukan rekonsiliasi dan konsolidasi yang baik dengan semua pihak. Tiap proses dilakukannya dengan hati-hati dan dengan pendekatan kekeluargaan.
“Saat ini kondisi kader mungkin masih emosional. Setelah ini kondusif, saya ajak diskusi semua pihak ini sebagai saudara. Yang pasti, kami memang ingin pengurus segera terbentuk tapi kader-kader yang punya potensi juga bisa saya rangkul. Ya semoga secepatnya dalam waktu dekat ini,” tambah dia.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kondisi internal di tubuh Golkar Kota Malang bergejolak saat Musda beberapa waktu lalu. Sejumlah kader yang tidak puas, memutuskan u walk out dari forum Musda. Tidak cukup hanya disitu, para kader tersebut bahkan sampai menyegel kantor DPD Partai Golkar Kota Malang di Jalan Panglima Sudirman.
Berdasarkan pantauan Malang Posco Media, sampai Senin (22/12) kemarin, kantor DPD Partai Golkar masih tersegel dan tidak terpantau adanya aktivitas. Djoko menyebut, pihaknya memang belum ada rencana membuka segel melihat situasi yang belum kondusif. (ian/van)










