Hari Pendidikan Nasional, ITSK RS dr. Soepraoen Malang Launching SIAKAD OBE Mandiri; Inovasi Cetak Lulusan Unggul ASEAN

INOVATIF: Rektor ITSK RS dr. Soepraoen, Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua menunjukkan aplikasi Sistem Informasi Akademik berbasis Outcome-Based Education karya civitas akademika ITSK RS dr. Soepraoen

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini menjadi catatan sejarah penting bagi Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang. Kampus kesehatan ternama ini resmi meluncurkan Sistem Informasi Akademik berbasis Outcome-Based Education (SIAKAD OBE), sebuah inovasi digital yang dirancang untuk menjawab tantangan standarisasi pendidikan tinggi masa depan. Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren digital. Ini adalah strategi matang untuk menembus standar kualitas di tingkat ASEAN.

ORISINIL: Tampilan depan Sistem Informasi Akademik berbasis Outcome-Based Education ITSK RS dr. Soepraoen

​Rektor ITSK RS dr. Soepraoen, Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua, menegaskan bahwa pengembangan sistem ini adalah bentuk kepatuhan sekaligus inovasi. Landasannya kuat. Merujuk pada Peraturan BAN-PT Nomor 20 Tahun 2025 dan standar akreditasi terbaru.

​”Ini adalah komitmen berkelanjutan kami. Kami ingin menjaga kualitas di level nasional, sekaligus di ASEAN,” ujar Sutrisno dengan nada optimis.

​SIAKAD OBE membawa perubahan paradigma. Sistem konvensional seringkali hanya mencatat angka. OBE berbeda. Ia fokus pada hasil pembelajaran yang terukur. Ada target capaian yang jelas. Perilaku belajar mahasiswa dipacu untuk lebih aktif.
​Sistem ini dirancang untuk menjawab tantangan global. Kebutuhan dunia industri berubah sangat cepat. Pendidikan tidak boleh tertinggal.

Melalui OBE, institusi menetapkan learning outcomes yang mencerminkan kebutuhan internasional. “SIAKAD OBE ini bukti penguatan komitmen kami. Kami membentuk lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar kerja global,” tambah Sutrisno.

​Apa yang membuat sistem milik ITSK Soepraoen ini istimewa? Jawabannya adalah integrasi. Banyak kampus memiliki sistem akademik, namun seringkali terfragmentasi. Di ITSK Soepraoen, sistem ini terhubung secara menyeluruh.

​Mulai dari perencanaan kurikulum hingga penilaian kompetensi, semuanya terpantau dalam satu pintu. Monitoring dan evaluasi pencapaian mahasiswa menjadi jauh lebih mudah. Yang paling krusial, sistem ini mampu mengelola data secara real-time.

​”Kita bisa mengukur capaian pembelajaran secara akurat dan seketika. Ini memungkinkan kami melakukan sinkronisasi yang lebih presisi dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

​Kemampuan teknis SIAKAD ini juga tergolong kompleks. Sistem mampu mengelola Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), hingga sub-CPMK yang sangat detail. Semuanya tersusun berdasarkan kompetensi dan skill terkini.

​Ada satu fakta menarik di balik kecanggihan sistem ini. SIAKAD OBE ini tidak dibeli dari pihak luar. Ia lahir dari rahim sendiri. Dikembangkan secara mandiri oleh Program Studi Informatika dan UPTI ITSK RS dr. Soepraoen.

​Kemandirian ini memberikan keuntungan strategis: fleksibilitas. Saat dinamika pendidikan global berubah, kampus tidak perlu menunggu vendor untuk melakukan penyesuaian.
​”Karena dikembangkan oleh tim internal, kita bisa sangat adaptif. Kita bisa merespons perubahan regulasi atau kebutuhan global dengan sangat cepat,” kata Sutrisno bangga.

​Transformasi digital di kampus ini memang bukan barang baru. ITSK Soepraoen telah lama melakukan migrasi sistem secara mandiri. SIAKAD OBE adalah puncak dari roadmap transformasi tersebut.

Keberhasilan sebuah sistem tentu memerlukan evaluasi. Di ITSK Soepraoen, evaluasi bukan kegiatan musiman. Ia telah menjadi budaya. Budaya mutu ini tercermin dalam mekanisme akreditasi berkala, baik di tingkat institut maupun program studi.
​Khusus untuk sistem OBE, kampus tidak ingin sekadar melakukan klaim sepihak.

Mereka melibatkan lembaga eksternal untuk mengukur Indeks Kematangan OBE. Indikator keberhasilannya pun jelas, merujuk pada Kriteria Relevansi Pendidikan. ​”Evaluasi adalah kunci. Kami menggunakan pengukuran indeks kematangan oleh pihak luar untuk memastikan sistem ini benar-benar efektif,” tegas sang Rektor.

​Menuju Masa Depan: Lulusan Berstandar ASEAN

​Visi ITSK RS dr. Soepraoen tidak berhenti di batas wilayah Malang atau Jawa Timur. Tatapan mereka jauh melampaui batas kedaulatan negara. Melalui SIAKAD berbasis OBE, kampus ini sedang membangun “jembatan” bagi para mahasiswanya menuju panggung profesional Asia Tenggara. Lulusan tidak lagi hanya dibekali ijazah, melainkan paspor kompetensi yang diakui di negara tetangga.

​”Lulusan kami dibentuk untuk unggul bersaing. Baik di tingkat Nasional maupun di kancah ASEAN,” ucap Sutrisno dengan tegas. Kalimat ini bukan sekadar slogan. Ini adalah janji akademik yang diwujudkan lewat sistem.

​Dalam peta persaingan kerja ASEAN, standar kompetensi menjadi mata uang yang berlaku. Dengan sistem OBE, setiap mata kuliah di ITSK Soepraoen dikunci dengan standar kebutuhan industri internasional. Artinya, apa yang dipelajari mahasiswa di dalam kelas adalah apa yang dibutuhkan oleh rumah sakit, industri kesehatan atau laboratorium riset di luar negeri.

​SIAKAD OBE memastikan setiap mahasiswa memiliki profil capaian yang transparan. Perusahaan atau institusi di tingkat regional dapat melihat dengan jelas skill apa yang benar-benar dikuasai oleh lulusan. Tidak ada lagi keraguan akan kualitas. Sertifikasi dan capaian pembelajaran telah terstandarisasi secara digital dan terukur.

​Transformasi ini juga berdampak pada kepercayaan diri mahasiswa. Mereka tidak lagi merasa sebagai pemain lokal. Dengan kurikulum yang relevan secara global, mentalitas mereka adalah mentalitas pemenang di pasar kerja internasional. “Mereka dipersiapkan untuk menjadi pemimpin, inovator, dan praktisi kesehatan yang mampu beradaptasi dengan teknologi medis tercanggih di manapun mereka ditempatkan,” tuturnya.

​Langkah berani ITSK RS dr. Soepraoen ini menegaskan satu hal: kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh lokasi, melainkan oleh visi dan teknologi. Dari sudut Kota Malang, kampus ini sedang mengukir sejarah, mencetak patriot-patriot bangsa yang siap mewarnai dunia profesional di seluruh penjuru ASEAN. Masa depan itu tidak lagi ditunggu, tetapi sedang dicetak hari ini melalui setiap baris kode di SIAKAD OBE. (imm/adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *