Jatanras Polda Jatim Tangkap Rekan Bripda AS, Terduga Pelaku Pembunuhan Mahasiswi UMM

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast. Insert: Ucapan Bela Sungkawa Alm Faradillah Amalia Najwa

MALANG POSCO MEDIA – Tim Jatanras Polda Jawa Timur kembali mengamankan satu terduga pelaku pembunuhan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Faradillah Amalia Najwa. Terduga pelaku tersebut berinisial SY (38), warga Probolinggo.

SY diketahui merupakan teman sejak kecil pelaku utama, Bripda AS, oknum anggota Polres Probolinggo yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan di Rumah Tahanan Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengungkapkan bahwa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim terus bergerak intensif untuk mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.

“Semalam telah diamankan satu terduga pelaku calon tersangka berinisial SY, usia 38 tahun, warga Probolinggo. Yang bersangkutan diduga bersama-sama dengan tersangka AS melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban,” ujar Jules yang dilansir beritajatim.com, Jumat (19/12/2025).

Jules menjelaskan, sejak peristiwa pembunuhan terjadi, SY sempat berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran petugas. Ia diketahui melarikan diri ke beberapa daerah, mulai dari Lumajang, Pamekasan, hingga akhirnya kembali ke Probolinggo.

“Berkat informasi dari masyarakat serta kerja sama Tim Jatanras Polda Jatim dan jajaran Polres, tersangka SY berhasil diamankan di Jalan Raya Panglima Sudirman, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 23.00 WIB,” jelasnya.

Saat ini, SY telah dibawa ke Polda Jatim untuk menjalani pemeriksaan intensif guna melengkapi berkas perkara bersama tersangka AS.

Terkait peran masing-masing pelaku, Jules menyebut penyidik masih mendalami secara detail. Namun, keduanya dipastikan mengetahui dan terlibat dalam tindak pidana tersebut.

“Yang jelas, mereka bersama-sama melakukan perbuatan itu. Termasuk saat membuang jasad korban, dilakukan secara bersama-sama,” tegasnya.

Mengenai motif pembunuhan, pihak kepolisian juga masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kedua tersangka. Termasuk kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana.

“Hubungan keduanya adalah teman sejak kecil. Untuk apakah ada perencanaan pembunuhan atau tidak, itu masih kami dalami,” tambah Jules.

Sementara terkait informasi bahwa pelarian SY diduga dibantu oleh pihak keluarga, Jules menyatakan hal tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh penyidik. (bjt/aim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *