Libur Nataru, Arus Lalu Lintas Diprediksi Meningkat 2,71 persen

MALANG POSCO MEDIA, Malang — Arus lalu lintas di Kota Malang selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diperkirakan semakin padat. Peningkatan mobilitas masyarakat diprediksi lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, seiring melonjaknya jumlah kendaraan yang masuk dan keluar wilayah kota.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyebut, mobilitas masyarakat selama libur Nataru tahun ini diproyeksikan meningkat 2,71 persen. Kenaikan tersebut dipastikan berdampak langsung pada volume kendaraan, baik arus masuk maupun keluar Kota Malang.
“Kota Malang posisinya sangat strategis karena berada di tengah kawasan Malang Raya. Selain menjadi tujuan wisata dan kunjungan keluarga, juga menjadi jalur alternatif menuju Kota Batu dan Kabupaten Malang,” ujarnya.
Widjaja mencontohkan, saat akses utama menuju Kota Batu melalui Exit Tol Karanglo (Singosari) mengalami kepadatan, arus kendaraan kerap dialihkan. Mayoritas kendaraan akan keluar melalui Exit Tol Pakis atau Exit Tol Madyopuro dan otomatis masuk ke wilayah Kota Malang.
Berdasarkan kajian Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kota Malang, puncak kepadatan diprediksi terjadi pada perayaan Natal, Kamis (25/12). Pada periode tersebut, kendaraan yang masuk ke Kota Malang diperkirakan mencapai 753.380 unit, sementara kendaraan keluar sekitar 680.683 unit.
Sementara pada momentum Tahun Baru 2025/2026, jumlah kendaraan yang masuk diproyeksikan mencapai 599.654 unit, dengan kendaraan keluar sekitar 568.186 unit. Secara akumulatif selama masa Nataru, total kendaraan yang masuk ke Kota Malang diperkirakan mencapai 1.353.034 unit, sedangkan kendaraan keluar sekitar 1.248.869 unit.
Widjaja, yang akrab disapa Jaya, menambahkan bahwa Dishub bersama instansi terkait telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan. Di antaranya kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Borobudur, Jalan Ahmad Yani, hingga sekitar Exit Tol Madyopuro.
“Jika terjadi kepadatan, rekayasa lalu lintas akan segera diterapkan. Tentunya bersifat situasional dan selalu berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Malang Kota,” ungkapnya.
Untuk mendukung pengendalian arus lalu lintas, Dishub Kota Malang juga melakukan pemantauan secara real time melalui kamera CCTV dan Area Traffic Control System (ATCS) yang terhubung langsung dengan pusat kendali Dishub.
“Melalui ATCS, petugas dapat memantau kepadatan dan mengatur durasi lampu lalu lintas. Bahkan, jika diperlukan, kami juga bisa langsung mengarahkan petugas ke lapangan,” pungkasnya. (rex/aim)









