MIN 2 Kota Malang Dukung Gerakan Anti-Gratifikasi, Wujudkan Madrasah Bersih dan Berintegritas

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – MIN 2 Kota Malang ikut serta dalam Sosialisasi Pencegahan Gratifikasi di Madrasah di Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Malang, Kamis (18/12) pagi. Acara yang dilaksanakan di Aula Utama Kankemenag Kota Malang tersebut dihadiri kepala madrasah, guru, perwakilan wali kelas, dan pengawas se Kota Malang.
Kepala Kankemenag Kota Malang KH. Achmad Sampthon, M.Hi, membuka acara. Ia menekankan pentingnya edukasi ini. Tujuannya, membangun komitmen bersama mencegah gratifikasi dan memperkuat tata kelola madrasah yang bersih.
“Budaya memberi hadiah kepada guru sering dianggap penghormatan. Namun, secara regulasi bisa memicu konflik kepentingan. Hal itu harus dihindari,” ujar Gus Sampthon saat sambutan.
Sebagai bukti komitmen, dalam kegiatan ini dilakukan penandatanganan Pakta Integritas oleh Kepala MIN 1 dan MIN 2 Kota Malang serta perwakilan orang tua. Pakta ini jadi simbol penolakan terhadap segala bentuk gratifikasi.
Pemateri disampaikan oleh Dr. H. Mohammad Taufiq, M.Pd, Ia menjelaskan, penguatan integritas di lingkungan pendidikan adalah investasi jangka panjang. “Pendidikan antikorupsi harus masuk dalam kurikulum, budaya sekolah, dan didukung kebijakan serta keteladanan,” ujar Taufiq sebagai Ketua Tim Penilaian Integritas Madrasah.
Peserta sosialisasi mendapat pemahaman tentang definisi gratifikasi, potensinya di sekolah, serta langkah pencegahannya. Ditegaskan pula, semua layanan di Kankemenag Kota Malang gratis dan tidak menerima gratifikasi.
Kepala MIN 2 Kota Malang Nanang Sukmawan, S.Pd., M.Pd.I, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, sosialisasi penting untuk penguatan karakter integritas seluruh warga madrasah. Ia berharap, melalui langkah ini, MIN 2 Kota Malang meneguhkan komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Selain itu, nilai-nilai antikorupsi dan pencegahan gratifikasi tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diimplementasikan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. “Harapannya, hasil ini bisa diimplementasikan konsisten. Sehingga kepercayaan masyarakat kepada madrasah semakin tinggi,” pungkasnya. (hud/lim).










