Pesta Miras Berujung Maut, 5 Warga Pakis Tewas

Kapolsek Pakis AKP Suyanto saat melakukan olah TKP di Dusun Cokro RT05 RW02 Desa Sukoanyar. (IST/MPM)

MALANG POSCO MEDIA – Tragis. Pesta minuman keras (miras) di wilayah Kecamatan Pakis Kabupaten Malang akhirnya berujung maut. Lima orang meninggal dunia dan dua orang lainnya kritis dalam kejadian memilukan ini.

Kapolsek Pakis AKP Suyanto menjelaskan sisa barang bukti miras sudah dibawa ke laboratorium Polda Jatim pada hari Jumat (19/12).

Bagus, salah satu peserta pesta miras di Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis yang selamat, dimintai keterangan oleh petugas

Ditambahkan, pihaknya masih menyelidiki tempat miras sebuah merek tersebut dibeli. Dan juga menyelidiki apakah miras itu palsu.

“Kami sudah memeriksa beberapa saksi dan juga sudah mendatangi TKP. Termasuk asal muasal minuman keras masih kami selidiki,’ ungkapnya kepada Malang Posco Media, Sabtu (20/12).

Ditambahkan, lima korban meninggal dunia usai mengikuti pesta minuman keras di dua lokasi berbeda.

“TKP pertama dua yang meninggal dunia. Sedangkan TKP kedua ada tiga korban meninggal dunia,” urainya.

Informasi yang berhasil dihimpun Malang Posco Media, menyebutkan bahwa pesta minuman keras ini terjadi di dua lokasi berbeda. Yaitu Dusun Krajan RT01 RW03 Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis. Dan, lokasi kedua di Dusun Cokro RT05 RW02 Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis.

Di Dusun Krajan RT01 RW03 Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis ada dua meninggal dunia. Yaitu atas nama Maarif dan Sugeng. Sedangkan dua lainnya kritis atas nama Soim dan Heri. Serta dua warga atas nama Bagus dan Lihun sedang menjalani rawat jalan.

Kemudian, di Dusun Cokro RT05 RW02 Desa Sukoanyar ada tiga korban meninggal dunia. Atas nama Fajar, Ali dan Isa.

Pesta miras di Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan terjadi Sabtu (13/12) lalu. Para korban minum-minuman keras jenis Anggur Merah di gudang milik E. warga Desa Bunut Wetan. Minuman keras tersebut menurut informasi disediakan oleh E.

“Para korban mendapat undangan dari E, karena saat itu E sedang meresmikan gudang,” kata salah satu sumber Malang Posco Media.

Pesta miras di gudang E tersebut dibagi dua kelompok Yaitu kelompok A berisi para korban, sedangkan kelompok B pesertanya lebih banyak, namun minuman yang dikonsumsi lebih sedikit.

“Total ada 20 an orang yang ikut minum di Dusun Krajan Desa Bunut Wetan. Kelompik A ada enam orang. Menurut keterangan saksi menenggak 16 botol. Sedangkan kelompok B pesertanya lebih banyak, tapi menurut pengakuan salah satu saksi hanya menenggak 4 botol. Informasi di lokasi ini E menyediakan dua kardus.
Masing-masing berisi 12 botol,” lanjut sumber yang enggan disebut namanya.

Pesta miras digelar mulai pukul 20.00 sampai dengan Minggu (14/12) dinihari pukul 01.00.

“Setelah pesta miras para korban pulang. Selanjutnya korban atas nama Maarif mengalami kondisi kejang,” ucap sumber tersebut.

Adik Maarif bernama Yunus yang diperiksa sebagai saksi menyebutkan korban mengalami kejang, dan sekujur tubuhnya panas usai mengikuti pesta miras. Yunus kemudian membawa korban ke Puskesmas Pakis. Namun kemudian di rujuk ke RSSA Malang.

“Hari Senin (16/12) korban Maarif meninggal pukul 18.30. Selang 30 menit korban Sugeng juga meninggal dunia di rumahnya. Kondisi Sugeng hampir sama dengan korban Maarif. Yaitu tubuhnya kejang, pupil mata ke atas, dan merasakan sekujur tubuhnya panas,” ungkap sumber tersebut.

Sementara itu, pesta miras di Dusun Cokro, Desa Sukoanyar digelar Minggu (14/12). Di lokasi ini meninggal tiga orang. Yaitu atas nama Fajar, Ali dan Isa. Keduanya meninggal hari Selasa (16/12) lalu. Meninggal pertama adalah Isa sekitat pukul 05.00 di RS Lavalette. Disusul kemudian Fajar meninggal sekitar pukul 07.00 di RS Sumber Santosa Tumpang.dan ketiga korban Ali meninggal sekitar pukul 16.45 di RS Sumber Santosa, Tumpang.
Informasi yang berhasil dihimpun, pesta miras di Desa Sukoanyar digelar di dua tempat. Yakni di rumah Ali, kemudian di lahan kosong milik warga.
“Pesta miras pertama digelar di rumah korban Ali mulai pukul 15.00 sampai dengan pukul 21.00. Di tempat pertama mereka minum lima botol. Selanjutnya tiga orang melanjutkan menenggak miras di lahan kosong. Yaitu atas nama Fajar, Amin dan Isa. Menurut informasi di tempat kedua ketiganya minum sampai dini hari,” jelas sumber tersebut.
Selanjutnya, setelah minum, mereka pun pulang. Saat pulang ke rumah inilah. kondisi Ali dan Fajar mengalami gejala yang sama seperti kondisi Maarif dan Sugeng yang meninggal di pesta miras Bunut Wetan. Ali dan Fajar meninggal pada hari Selasa (16/12) lalu.

Warga yang mendengar korban meninggal dunia akibat minuman keras langsung melapor ke Polsek Pakis. Dan saat itu juga dilakukan penyelidikan, dengan mendatangi lokasi dan mengamankan barang bukti.
Menurut infirmasi, minuman keras yang dikonsumsi Fajar, Ali dan Isa juga berasal dari E.

“Kasusnya masih diselidiki semuanya. Yang pasti kami sudah bertindak, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap para saksi,” pungkas Kapolsek.(ira/nug)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *