Teliti D dan L Asam Laktat Bernilai Tinggi, Dr. Eng. Elya Mufidah Dorong Lahirnya Industri Ramah Lingkungan

MALANG POSCO MEDIA – Penelitian tentang D-asam laktat dan L-asam laktat terus berkembang di Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku ramah lingkungan untuk industri masa depan. Salah satu peneliti yang aktif mendalami bidang ini adalah Dr. Eng. Elya Mufidah, S.Pi., M.P., dari Program Studi Teknik Bioproses Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB).
Dosen pengajar di FTP UB ini mengembangkan riset dengan menitikberatkan pada kinerja mikroba, mikrobiologi terapan, dan proses enzimatis dalam menghasilkan asam laktat bernilai tinggi. Pendekatan tersebut dinilai penting karena produksi D dan L asam laktat tidak hanya bergantung pada bahan baku, tetapi juga pada kemampuan mengelola aktivitas biologis secara tepat.
“Melalui pemanfaatan mikroorganisme tertentu, proses fermentasi dapat diarahkan untuk menghasilkan asam laktat dengan karakter dan kemurnian yang dibutuhkan industri. Di sinilah keahlian mikrobiologi terapan dan penguasaan aspek enzimatis menjadi sangat menentukan,” ungkap Dr. Eng. Elya Mufidah, S.Pi., M.P.
Menurutnya, penelitian semacam ini membuka peluang pemanfaatan biomassa dan limbah pertanian sebagai sumber bahan baku. Dengan bantuan mikroba dan sistem enzimatis yang terkontrol, bahan-bahan hayati lokal dapat diubah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
“Hasilnya bukan hanya relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berpotensi mendukung industri bioplastik, kosmetik, makanan, terutama produksi polylactic acid (PLA) yang membutuhkan asam laktat dengan mutu tertentu,” jelasnya.
Keaktifan Elya Mufidah dalam bidang ini menunjukkan bahwa pengembangan industri hijau memerlukan perpaduan antara riset dasar dan riset terapan. Bukan sekadar menghasilkan senyawa kimia, penelitian ini juga menegaskan pentingnya memahami bagaimana mikroba bekerja, bagaimana enzim berperan, dan bagaimana keduanya dapat dioptimalkan untuk kepentingan teknologi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dengan kekayaan biomassa yang dimiliki Indonesia, riset berbasis mikroba seperti yang dikembangkan Elya Mufidah dinilai memiliki prospek besar. Selain mendorong inovasi di bidang bioteknologi, pendekatan ini juga memberi harapan bagi lahirnya solusi industri yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berbasis sumber daya lokal. (adv/bua)




