Toko di Toilet Alun-Alun Merdeka Ditutup

DLH Kota Malang Pastikan Tak Ada Izin, Kini Perketat Pengawasan
MALANGPOSCOMEDIA.COM – Keberadaan toko di area toilet Alun Alun Merdeka Kota Malang akhirnya ditutup. Tindakan tersebut merespons nyinyiran warga setelah sempat viral sebelumnya.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menyatakan pihaknya langsung meminta kepada pemilik toko untuk menutup mandiri toko tersebut. Ia menegaskan aktivitas berjualan tidak dibenarkan dan melanggar aturan tata ruang di kawasan publik tersebut.
“Intinya itu tidak boleh. Kami sudah sampaikan agar hari ini juga segera dibersihkan. Hari ini tidak boleh berjualan lagi di sana,” tegas Raymond, Minggu (19/4) kemarin.
Pantauan Malang Posco Media di lokasi, toko yang berjualan di toilet ini menjual cukup banyak makanan minuman lengkap. Bahkan dagangan ditempatkan di etalase bertingkat. Di lokasi, toko itu pun mulai dibersihkan.
Raymond memastikan bakal melakukan pengawasan lebih ketat agar fasilitas publik tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Masyarakat pun diimbau untuk melapor jika menemukan praktik serupa di area fasilitas umum lainnya di Kota Malang. Ia tidak pernah mengizinkan ada praktik komersial tersebut di area dalam Alun Alun Merdeka.
“Kebetulan saya baru tahu (ada toko), makanya langsung saya minta hari ini dibersihkan. Tidak boleh ada PKL, steril,” tambahnya.
Sementara terkait pengelolaan toilet, diakui Raymond, kebersihan toilet Alun-Alun Merdeka itu selama ini memang dilakukan melalui kerja sama dengan kelompok masyarakat setempat.
Kerja sama ini bersifat sukarela untuk menjaga kenyamanan fasilitas yang beroperasi hampir 24 jam tersebut. Hal ini mengingat personel DLH lebih difokuskan pada penanganan kebersihan area alun-alun secara keseluruhan.
“Karena itu sukarela, maka tidak boleh menuliskan tarif. Sehingga masyarakat bisa membayar atau tidak,” tutupnya. (ian/van)


