35 Ribu Peserta UTBK-SNBT Tes Di Malang

FOKUS: Peserta UTBK-SNBT tampak fokus mengerjakan soal berbasis komputer di UB

MALANGPOSCOMEDIA.COM – Kota Malang kembali mengukuhkan posisinya sebagai kota pendidikan utama di Indonesia. Mulai Selasa, 21 April 2026, dua kampus besar, Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM), secara resmi memulai pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026.

Tercatat lebih dari 35.000 peserta dijadwalkan mengikuti ujian di dua pusat UTBK ini dalam suasana persaingan yang sangat kompetitif.

​Di Universitas Brawijaya, sebanyak 16.225 peserta dijadwalkan mengikuti ujian selama enam hari hingga 26 April mendatang.

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., saat meninjau lokasi ujian sesi pertama, mengungkapkan bahwa persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari untuk memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat konsentrasi peserta.

​”Hingga sesi pertama hari ini, fasilitas berjalan sangat baik. Dari 1.540 peserta yang dijadwalkan hadir di sesi pagi, hanya 40 orang yang absen. Artinya, tingkat kehadiran mencapai 97,4 persen. Kami telah memastikan seluruh infrastruktur, mulai dari 1.540 unit komputer hingga jaringan server, berada dalam kondisi prima,” ujar Prof. Imam Santoso di hadapan awak media.

​Dia juga menambahkan bahwa tahun ini UB menjadi salah satu perguruan tinggi dengan tingkat keketatan tertinggi di Indonesia. Dengan total peminat jalur SNBT mencapai 66.412 orang, para peserta harus memperebutkan kuota yang hanya tersedia sebanyak 5.793 kursi. “Persaingan sangat ketat. Kami berupaya menjaga kenyamanan peserta agar mereka bisa memberikan performa terbaiknya di tengah tekanan kompetisi ini,” imbuhnya.

​Sementara itu, di Universitas Negeri Malang (UM), pelaksanaan ujian direncanakan berlangsung lebih panjang hingga 28 April 2026. Sebanyak 19.640 peserta terdaftar untuk melaksanakan tes di kampus ini. Wakil Rektor Bidang Akademik UM, Prof. Ibrahim Bafadal, menyebutkan bahwa UM telah menyiapkan 1.304 unit komputer yang tersebar di 67 ruangan untuk menampung lonjakan peserta tersebut.

​”Total peminat yang memilih UM secara nasional mencapai 45.939 orang. Untuk mendukung kelancaran tes, kami membagi ujian menjadi dua sesi setiap harinya. Penentuan lokasi tes dilakukan sepenuhnya oleh panitia pusat guna meminimalisir potensi kerja sama antar peserta,” jelas Prof. Ibrahim Bafadal.

Satu hal yang mencolok dalam pelaksanaan tahun ini adalah penguatan integritas ujian. Rektor UM, Prof. Hariyono, menjelaskan adanya langkah khusus yang diambil sesuai instruksi pusat, yakni menonaktifkan kamera CCTV di dalam ruang ujian. Langkah yang sekilas terlihat kontradiktif ini ternyata merupakan bagian dari strategi keamanan tingkat tinggi.

​”Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi perekaman layar komputer oleh oknum tidak bertanggung jawab dari jarak jauh. Sebagai gantinya, pengawasan fisik kami perketat. Seluruh barang bawaan peserta wajib diletakkan di luar ruangan, dan setiap individu wajib melewati pemeriksaan metal detector sebelum masuk,” tegas Prof. Hariyono.(imm/udi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *