Berawal Hobi Menggambar, Ukir Prestasi di Dunia Fashion

Siswa SMK Kartika IV-1 Malang
MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Hobi menggambar sejak kecil mengantarkan Bar’risen Franch John Wabiser Jr menjadi siswa berprestasi di bidang fashion design. Siswa kelas XII Desain dan Produksi Busana (DPB) SMK Kartika IV-1 Malang itu telah meraih sejumlah penghargaan dalam berbagai kompetisi desain busana tingkat regional hingga nasional.
Franch mengaku mulai serius menekuni desain busana sejak kelas 5 SD. Berbekal bakat menggambar dan dukungan penuh dari sang ibu, Yuliyanik, S.KM., M.Biomed., ia kemudian mengikuti pelatihan di Merachel Design Academy Malang untuk mengasah kemampuan desainnya.
Kerja kerasnya mulai membuahkan hasil ketika pada 2023, saat masih duduk di kelas 1 SMP, ia dipercaya menampilkan karya dalam ajang Jogja Fashion Parade. Pengalaman tersebut menjadi langkah awal yang membawanya mengikuti berbagai runway dan kompetisi fashion di tingkat regional hingga nasional.
“Sejak kecil saya memang suka menggambar. Awalnya menggambar karakter anime, lalu berkembang menjadi desain busana. Saya ingin menjadi fashion designer profesional yang bisa membawa karya Indonesia ke tingkat internasional,” ujar Franch, Senin, (20/7)
Deretan prestasi pun terus diraih. Di antaranya Juara II Capacity Building Busana Wastra Siswa SMK Bank Indonesia Malang 2024, Juara II Youth Fashion Design Competition Denpasar Bali 2024, Juara II Fashion on The River Disparta Kota Batu 2025, Duta Terpilih DUPORDIKNAS 2025 Batch 2, hingga Juara III Lomba Fashion Design Batik di Pekalongan pada 2026. Ia juga dinyatakan lulus sertifikasi kompetensi bidang fashion dari Dispora Jawa Timur.
Tak hanya berkompetisi, Franch juga telah dipercaya bekerja paruh waktu sejak 2023 di Merachel Design Academy sebagai Digital Marketing sekaligus pengajar kelas desain untuk anak-anak. Pengalaman tersebut semakin memperkuat kemampuannya di dunia industri kreatif.
Sang ibu menjadi sosok yang paling berperan dalam perjalanan prestasinya. Melihat bakat putranya sejak kelas 3 SD yang gemar menggambar, ia terus memberikan dukungan dengan memasukkan Franch ke kelas privat desain busana agar bakatnya berkembang.
Selain aktif mengikuti kompetisi, Franch juga terlibat dalam berbagai peragaan busana sebagai desainer maupun model. Ia terus mendapatkan dukungan dari pihak sekolah yang memberikan pendampingan dan arahan dalam setiap event. “Saya berharap Franch terus berkembang sesuai cita-citanya, menjadi fashion designer profesional yang mampu go international, membawa nama Indonesia, tetapi tetap rendah hati dan menjadi dirinya sendiri,” ungkap Yuli. (hud/lim)





