Inovasi CORNOVA UM Juara di Kuala Lumpur

SUKSES: Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran UM Muhammad Revi, Haura Kaiyyisah, dan Syarifa Nadia sukses meraih Bronze Medal dan Best Poster di ajang International Student Summit (ISS) 2026, Kuala Lumpur.

MALANGPOSCOMEDIA.COM – Di balik keriuhan tugas akhir dan jadwal kuliah yang padat, tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Malang (UM) justru berhasil mengukir prestasi gemilang di panggung internasional. Melalui inovasi ramah lingkungan yang mereka beri nama CORNOVA, tim ini sukses membawa pulang Bronze Medal untuk kategori esai sekaligus penghargaan bergengsi Best Poster dalam ajang The 2nd International Student Summit (ISS) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

​Tim hebat ini digawangi oleh Muhammad Revi Purnomosidi, Msy. Haura Kaiyyisah Zhafirah, dan Syarifa Nadia Mahzalefa. Di bawah bimbingan dr. Andreas Budi Wijaya, M.Biomed., Sp.A., mereka berhasil menyisihkan pesaing dari berbagai negara, mulai dari Malaysia, Filipina, hingga Kenya dan Somalia.

​Inovasi mereka, yang berjudul lengkap “CORNOVA: A Biodegradable Corn-Starch Straw Innovation to Reduce Microplastic Penetration Across the Blood Brain Barrier”, lahir dari keresahan yang nyata. Revi dan tim menyadari bahwa mikroplastik kini telah menyusup ke dalam tubuh manusia tanpa disadari, bahkan berpotensi menembus sawar darah otak dan memicu peradangan saraf jangka panjang.

​“Banyak mikroplastik yang kita konsumsi secara tidak sadar melalui peralatan plastik sehari-hari. Hal inilah yang mendorong kami menciptakan CORNOVA, sedotan berbahan dasar pati jagung yang sepenuhnya biodegradable (mudah terurai),” jelas Revi.

​Dipilihnya pati jagung bukan tanpa alasan. Selain aman dan tidak beraroma, jagung adalah komoditas yang melimpah di Indonesia. Inovasi ini menjadi bukti bahwa bahan pangan lokal bisa diubah menjadi solusi kesehatan global yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

​Jalan menuju podium juara tidaklah mudah. Sebagai mahasiswa kedokteran, tantangan terbesar mereka bukanlah pada penguasaan materi, melainkan manajemen waktu. Mereka harus berjibaku menyusun esai dan mendesain poster di sela-sela kewajiban tugas akhir yang menumpuk.

​“Kami sempat kesulitan membagi fokus antara lomba dan tugas akademik. Namun, pengalaman dari kegagalan-kegagalan sebelumnya membuat kami tetap gigih,” kenang Revi.

​Bagi tim FK UM, kemenangan ini bukanlah akhir, melainkan awal. Mereka berharap CORNOVA bisa dikembangkan lebih jauh menjadi produk nyata yang dapat digunakan oleh masyarakat luas untuk menggantikan sedotan plastik sekali pakai.

​Kisah sukses Revi, Haura, dan Syarifa menjadi pengingat bagi seluruh mahasiswa bahwa inovasi besar seringkali lahir dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Capaian ini membuktikan bahwa dengan mental juara dan keberanian untuk mencoba, mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan memberikan solusi nyata bagi tantangan kesehatan di level dunia. (imm/udi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *