Komitmen Peningkatan Layanan, Gubernur Resmikan Grand Paviliun RSSA

KOMPAK: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan jajaran meninjau halaman gedung Grand Paviliun RSSA, Kota Malang, Rabu (22/4).

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan fasilitas baru Grand Paviliun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (22/4). Fasilitas mewah yang menyasar segmen middle-up (menengah ke atas) ini diharapkan mampu menjadi jawaban agar warga Jawa Timur tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke luar negeri seperti Singapura atau Malaysia.

“Fasilitas di Grand Paviliun ini sudah sangat terintegrasi. Ada ruang suite room yang nyaman, layanan apotek di lantai dasar, hingga ruang operasi yang menyatu dalam satu gedung. Jadi, pasien tidak perlu lagi didorong-dorong keluar area untuk tindakan medis,” tegas Khofifah kepada Malang Posco Media, usai meninjau satu per satu layanan Grand Paviliun tersebut.

Grand Paviliun yang telah fungsional sejak setahun belakangan ini terbukti banyak diminati oleh masyarakat. Dalam setahun, gedung yang dibangun di lahan seluas 3.000 meter persegi itu telah mencatatkan 13.900 kunjungan rawat jalan dan 2.356 pasien rawat inap.

Khofifah berharap, dengan komitmen peningkatan layanan ini, bisa makin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Tidak hanya aspek sarana prasarana atau infrastruktur saja, aspek SDM juga menjadi bagian penting dalam pelayanan kepada masyarakat. Salah satu yang paling mudah adalah melayani dengan ramah dan senyum.

“Senyum itu sedekah. Rasanya sebagian dari sakit itu akan terobati jika mulai perawat, dokter, hingga tim medis memberikan sapaan dengan senyum. Makanya profesi dokter ini kalau banyak senyum, berarti akan banyak amal sedekahnya,” tutur dia.

Lebih jauh, mantan Menteri Sosial tersebut menekankan bahwa kualitas layanan rumah sakit di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara umum terus mengalami peningkatan signifikan. Ia mencontohkan RSUD Dr. Soetomo yang telah masuk dalam jajaran 100 besar rumah sakit terbaik dunia, serta RSSA Malang yang memiliki keunggulan pada laboratorium terintegrasi yang menjadi rujukan rumah sakit tipe A dari luar Jawa Timur.

Selain itu, dalam aspek operasional medis, Khofifah juga memaparkan adanya langkah strategis Pemprov Jatim dalam menekan biaya operasional rumah sakit melalui sistem pengadaan kolektif atau konsolidasi. Menurutnya, skema ini telah berhasil membuat harga alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan menjadi lebih murah dan terjamin ketersediaannya.

“Untuk alkes dan obat-obatan, kami sudah lakukan konsolidasi pengadaan dengan beberapa rumah sakit, baik di Jawa Timur, Jawa Tengah, maupun pusat. Hasilnya, kita bisa mendapatkan harga grosir meskipun penggunaannya di bawah kuota kontrak. Ini adalah efisiensi besar untuk tata kelola rumah sakit kita,” terangnya.

Lebih lanjut, Khofifah juga menyoroti pentingnya ketersediaan cairan infus sebagai kebutuhan dasar medis. Ia menyebut telah menjalin kerja sama dengan pabrik infus di Pasuruan untuk menjamin suplai tetap aman tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sistem e-catalogue yang terkadang terkendala stok barang.

“Kami benahi terus tata kelolanya. Intinya, warga tidak usah jauh-jauh ke luar negeri. Di RSSA Malang saja kualitasnya sudah luar biasa, view-nya bagus, dan pelayanannya terintegrasi,” tegas dia.

Kehadiran Grand Paviliun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang mendapat tempat istimewa tersendiri bagi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Ia mengungkapkan, ketika fungsional selama setahun ini dirinya pun sudah merasakan secara langsung layanan dan fasilitas kesehatan baru tersebut.

Wahyu menyampaikan, selain kontrol dan pemeriksaan kesehatan, ia juga bahkan pernah menjalani opname di Grand Paviliun.

“Jadi saya sudah dua kali merasakan manfaat Grand Paviliun ini. Pertama untuk kontrol dan periksa, lalu yang kedua, saya juga pernah opname, sehari saja. Kami sampaikan apresiasi luar biasa layanan ini,” ungkap Wahyu dengan senyum sumringah.

Ditegaskan Wahyu, adanya Grand Paviliun ini memang bukan sekedar fasilitas gedung mewah biasa, tapi juga merupakan simbol komitmen untuk melayani pasien dengan yang terbaik.

Wahyu juga menambahkan bahwa kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menekan angka masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri. Sebab Wahyu menegaskan, kualitas layanan ini sudah bertaraf internasional.

“Dengan standar yang setara internasional, kita ingin warga Malang Raya dan Jawa Timur pada umumnya merasa cukup dan percaya untuk mendapatkan perawatan terbaik di sini, di rumah sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Saiful Anwar, Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto, Sp.B, Subsp. Onk (K), FINACS, FICS, MMRS, menyampaikan, Grand Paviliun ini menjadi simbol representasi pelayanan premium di RSSA. Dengan proyeksi total kapasitas mencapai 120 tempat tidur, saat ini fasilitas tersebut telah beroperasi 80 tempat tidur secara efektif. Selama setahun fungsional ini merupakan uji coba operasional dan terbukti pihaknya mampu menjalankannya dengan baik.

Ia menyatakan kehadiran Grand Paviliun ini secara langsung membawa dampak positif terhadap keseimbangan keuangan rumah sakit. Pasalnya, selama ini beban pelayanan kesehatan di RSSA didominasi oleh pasien BPJS yang mencapai angka 90 persen.

​”Dengan adanya pelayanan ini (Grand Paviliun), persentase pelayanan BPJS kini menjadi 85 persen. Ini memberikan keseimbangan finansial yang lebih menjanjikan bagi rumah sakit,” beber Bachtiar.

​Selain menawarkan kamar rawat inap VIP dan VVIP, Grand Paviliun juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas medis penunjang yang komprehensif. Mulai dari ruang rawat jalan, laboratorium, radiologi, ruang ICU, hingga kamar operasi khusus. Pihak rumah sakit juga tengah memproses penambahan fasilitas teknologi tinggi seperti CT-scan untuk memperkuat layanan diagnosis.

​Tak berhenti di situ, RSSA berencana mengembangkan layanan kesehatan modern lainnya di gedung ini, termasuk layanan estetika dan stem-cell. Langkah ini masih sangat memungkinkan karena ketersediaan lahan dan ruangan yang masih cukup luas untuk pengembangan di masa depan.

“Kedepan, banyak layanan unggulan yang masih bisa dikembangkan seperti estetika medis, layanan infertilitas, terapi stem cell, hemodialisis privat, hingga medical check-up premium,” rinci Bachtiar.

​Saat ini, RSSA juga telah didukung oleh lebih dari 3.000 tenaga kesehatan secara keseluruhan, dengan beberapa ratus di antaranya dialokasikan khusus untuk Grand Paviliun.

​”Kami terus berupaya mengalokasikan dan menambah SDM agar sisa kapasitas tempat tidur yang ada bisa segera terisi dan melayani masyarakat Malang Raya maupun Jawa Timur secara optimal,” pungkasnya. (ian/jon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *