Lupa Ini Derbi, Hukumannya Kalah Memalukan

Malang Posco Media, Gianyar – Arema FC dinilai terlalu larut dalam euforia setelah sukses menahan imbang Persib Bandung pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026. Hasil positif di Bandung seolah membuat Singo Edan lupa bahwa pekerjaan di kompetisi belum selesai.

Padahal, tantangan berikutnya jauh dari kata biasa. Derbi Jawa Timur kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (28/4) kemarin, menuntut mentalitas bertanding yang lebih tinggi dibanding laga biasa.

Bahkan, lebih besar dari saat menghadapi Persib. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Arema FC gagal menunjukkan urgensi dan semangat ekstra dalam pertandingan sarat gengsi tersebut. Setelah mampu menahan imbang 0-0 pada babak pertama, Singo Edan justru kehilangan arah selepas turun minum.

Persebaya tampil lebih menggigit di babak kedua. Bajol Ijo bermain dengan intensitas tinggi, agresif dalam menekan, dan terlihat lebih memahami arti penting sebuah derbi.

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengungkapkan kunci kemenangan timnya adalah fokus penuh sepanjang pertandingan. Menurutnya, para pemain mampu menyingkirkan segala hal di luar lapangan dan hanya memikirkan duel kontra Arema FC.

“Pemain kami total fokus di lapangan. Mereka melupakan apa yang terjadi di luar. Mental dan attitude sangat bagus dalam menghadapi derbi,” ujar Bernardo.

Persebaya pun menuai hasil dari pendekatan itu. Setelah gagal membongkar pertahanan Arema di babak pertama, mereka terus mencoba hingga akhirnya mampu mencetak empat gol pada paruh kedua pertandingan.

Sebaliknya, kubu Arema FC justru mengakui timnya tampil di bawah standar. Pelatih Marcos Santos menyebut para pemain seharusnya memberikan pengorbanan lebih besar saat menghadapi laga sepenting Derbi Jatim.

“Seharusnya kami memberikan lebih banyak, lebih berkorban. Tapi tampaknya setelah pertandingan melawan Bandung, tim merasa seperti sedang berlibur, padahal tidak ada libur. Masih ada liga dan hari ini adalah sebuah derbi,” tegas Marcos.

Pelatih asal Brasil itu menilai siapa pun pemain yang tampil, baik starter maupun pengganti, seharusnya menunjukkan sikap berbeda di pertandingan seperti ini. Derbi membutuhkan determinasi, keberanian, dan semangat berlipat.

“Kami harus melakukan yang lebih baik dan kami tidak melakukannya,” lanjutnya.

Kekalahan 0-4 pun menjadi hukuman telak bagi Arema FC. Singo Edan seolah diajari kembali bagaimana menjalani pertandingan derby yang sarat rivalitas dan emosi.

Menariknya, atmosfer panas sebenarnya sudah terasa bahkan sebelum pertandingan dimulai. Meski laga berlangsung tanpa penonton, suporter kedua tim tetap memberikan dukungan dari luar stadion, sehari sebelum laga.

Aremania datang ke hotel pemain untuk memberi semangat sekaligus menuntut kemenangan. Di sisi lain, Bonek juga hadir saat keberangkatan tim ke Bali, memberi suntikan motivasi dan mengingatkan arti penting duel melawan Arema FC.

Pesan dari suporter Persebaya tampaknya benar-benar diterjemahkan di lapangan. Bajol Ijo tampil lapar sejak awal hingga akhir, sementara Arema FC justru terlihat biasa saja.

Skor 0-4 akhirnya menjadi penutup malam yang pahit bagi Singo Edan. Bukan hanya kalah dari rival abadi, tetapi juga kalah dalam urusan mentalitas. (ley/jon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *