Progres Pelebaran Jalan Gondanglegi-Balekambang; Puluhan Bidang Tanah Belum Dibebaskan

MPM - KHALQINUS TAADDIN; PELEBARAN: Proses pelebaran Jalan Gondanglegi-Bantur menunjukkan progres signifikan kendati masih menyisakan pembebasan lahan hingga April 2026 ini.

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Proyek pelebaran Jalan Gondanglegi – Balekambang Kecamatan Bantur Kabupaten Malang  menunjukkan progres signifikan. Sebagian besar sudah teraspal. Pembangunan infrastruktur pendukung seperti saluran drainase juga terus dikebut.

Pengerjaan fisik berupa pengaspalan telah melintasi kawasan Jembatan Pelangi hingga akhir April 2026 ini. Namun, proyek Jalan Nasional ini masih menyisakan kendala terkait pembebasan lahan warga yang berada di jalur proyek tersebut.

Camat Bantur, Bayu Jatmiko, mengonfirmasi bahwa progres pengaspalan saat ini sudah menyentuh beberapa ratus meter setelah Resto Omah Ngadem.

“Selebihnya menuju selatan masih berupa hamparan material padat agregat,” ujar Bayu saat dikonfirmasi terkait progres pelebaran Jalan Gondanglegi-Balekambang, Selasa (28/4).

Dijelaskannya, pembangunan saluran drainase di sepanjang koridor Gondanglegi-Bantur belum sepenuhnya tuntas. Hal ini disebabkan oleh adanya puluhan bidang tanah milik warga yang belum dibebaskan.

“Ya beberapa saja, 80-an bidang yang belum dilebarkan karena proses pembebasan lahan,” tutur Bayu.

Kendala pembebasan lahan ini seperti yang masih ditemukan di Desa Bantur. Sebanyak tujuh rumah dalam tahap konsinyasi di pengadilan dan 41 rumah masih proses pembayaran.

“Yang konsinyasi itu sekitar tujuh rumah khusus yang Desa Bantur. Terus ada sisa masih proses pelebaran itu ada 41 rumah proses pembayaran,” ujar Kepala Desa Bantur, Nanang Kosim.

Nanang menambahkan saat ini pihak pelaksana proyek tengah mengerjakan dua titik jembatan utama di Desa Bantur yang diperlebar dan diperbarui konstruksinya.

Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas menuju wilayah wisata Malang Selatan, petugas telah menyiapkan jembatan alternatif.

“Sekarang tahap membuat jembatan alternatifnya karena jembatan yang utama dibongkar, diganti dengan konstruksi yang baru,” tambah Nanang.

Meskipun terdapat pengerjaan fisik, Nanang memastikan kendaraan roda dua maupun roda empat tetap bisa melintas di jembatan alternatif berupa jembatan bailey dengan sistem bergantian menuju destinasi wisata Malang Selatan. (den/jon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *