Ledakan Guncang Rumah di Singosari, Tim Jibom Dikerahkan

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Sebuah rumah kembali dilaporkan mengalami ledakan hebat di wilayah Kabupaten Malang. Kali ini ledakan terjadi di rumah warga yang terletak di dataran tinggi Kecamatan Singosari, tepatnya di Dusun Sumbul Desa Klampok.
Ledakan yang terjadi pada Minggu (24/5) malam lalu ini mengakibatkan bangunan rumah runtuh porak-poranda. Enam penghuni rumah dilaporkan mengalami luka-luka.
Hingga Rabu (27/5) ini, kondisi rumah milik warga yang bernama Sumari itu masih dalam kondisi memperhatinkan.
Garis polisi juga masih terpasang untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab ledakan di rumah yang berukuran 5 meter x 17 meter tersebut.

Pemilik rumah, Sumari mengaku dirinya mendengar suara ledakan satu kali, yang disusul tembok bangunan rumah beserta atapnya ambruk, sekitar pukul 20.00 WIB.
“Demmm….suara ledakan satu kali,” kata Sumari, menyampaikan bunyi ledakan saat ditemui Malang Posco Media di rumahnya, Rabu (27/5).
Saat itu pria berusia 54 tahun tersebut berada di belakang rumahnya sedang mengurus ternak kambing.
“Di dalam rumah ada enam orang terdiri dari istri saya, anak tiga, cucu, dan menantu. Yang parah (luka-luka) menantu dibawa ke RS Saiful Anwar Kota Malang sampai sekarang,” bebernya.
Pada malam itu, lanjut Sumari, anak dan istrinya sudah tidur. Sumari sendiri tidak mengetahui penyebab ledakan terjadi. Ia juga tidak melihat adanya aktivitas yang mencurigakan di dalam rumah.
Dengan kondisi rumah yang rusak parah, kini seluruh keluarga Sumari mengungsi di rumah keluarganya, yang berada di seberang rumah yang rusak.

“Saya masuk rumah dan tidak ada aktivitas di dalam. Menantu saya jagongan (di dalam rumah). Saya kemudian ke belakang (kandang). Baru lima menit, sudah meledak. Saya tidak tahu penyebabnya,” imbuh Sumari.
Polisi kemudian datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, ditemukan sejumlah selongsong petasan. Penanganan lanjutan kemudian dilakukan pada esok harinya pasca kejadian oleh tim gabungan dari Polres Malang bersama tim Jibom (penjinak bom) Den Gegana Sat Brimob Polda Jatim dan Bidlabfor Polda Jatim.
“Tim melakukan sterilisasi lokasi, olah TKP lanjutan, pengambilan sampel, serta mengamankan 18 barang bukti dari lokasi kejadian,” ujar Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar.
Barang bukti yang diamankan polisi antara lain selongsong berisi residu serbuk petasan, serpihan kertas dengan sisa bubuk, alat pemadat, sumbu petasan, hingga alat yang diduga digunakan untuk meracik petasan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ledakan diduga berasal dari petasan rakitan yang tengah dibuat di dalam rumah. Namun, polisi masih mendalami asal-usul bahan peledak tersebut.
“Satreskrim Polres Malang bersama Polda Jatim kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk menelusuri dari mana asal bubuk petasan yang ditemukan di lokasi. Seluruh barang bukti juga tengah diuji secara laboratoris untuk memastikan kandungannya,” terang Bambang.
Selain memasang garis polisi di sekitar rumah, petugas juga meningkatkan patroli di kawasan sekitar sebagai langkah antisipasi dan menjaga keamanan lingkungan pascakejadian.
“Penyelidikan masih terus berlangsung. Kami mengimbau masyarakat agar tidak merakit atau menyimpan bahan petasan karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” pungkasnya.
Untuk diketahui, ledakan bersumber dari rumah warga juga terjadi di Jalan Dhoho, Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (23/5) siang. Pemilik rumah tewas. Diduga pula ledakan karena petasan. (den/jon)


