Kembalikan Kejayaan Kopi dan Kakao Desa Ngabab

MALANGPOSCOMEDIA -Pemkab Malang mendorong Desa Ngabab di Kecamatan Pujon untuk menjadi proyek percontohan (pilot project) kebangkitan komoditas kopi arabika dan kakao.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Malang Dra Hj Lathifah Shohib, saat membuka upacara adat “Pecah Cikal” dan Pawai Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-184 Desa Ngabab, Senin (1/6) lalu.
Dijadikannya Desa Ngabab sebagai pilot project kebangkitan komoditas kopia arabika dan kakao lantaran wilayah ini dulunya adalah penghasil kopi arabika dan kakao terbaik. Namun seiring waktu, dua komoditas itu mulai hilang.
“Sesuai sejarah, menyebutkan kopi arabika dan kakao pernah berjaya di wilayah Desa Ngabab. Melalui momentum ini, mari bersama-sama, membangkitkan kembali potensi itu,’’ ajak Lathifah.
Sementara itu, kehadiran Wakil Bupati yang mewakili Bupati Malang, Drs HM Sanusi MM disambut hangat oleh warga di pusat kegiatan yang bertempat di Balai Desa Ngabab. Acara ini juga dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Malang, jajaran Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Muspika Pujon, Kepala Desa Ngabab, Pimpinan Kopsae Pujon, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Lathifah yang hadir mewakili Bupati Malang HM Sanusi mengatakan Perayaan hari jadi desa yang ke-184 ini terasa istimewa. Itu karena bersamaan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. Dengan tema “Harmoni Nyawiji Hanggayuh Kapti”, momen ini dapat merefleksikan keselarasan untuk bersatu dan rukun demi mencapai kejayaan serta kesejahteraan bersama.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Malang memberikan apresiasi tinggi atas usia matang Desa Ngabab.
“Tradisi Pecah Cikal ini bukan sekadar seremonial, melainkan warisan luhur yang mengandung nilai filosofis tentang syukur, doa, dan keselamatan bagi masyarakat . Usia 184 tahun adalah bukti otentik dari perjalanan panjang masyarakat dalam membangun desa yang harmonis dan tetap teguh memegang akar budaya,” kata mantan anggota DPR RI ini.
Dalam sambutannya Lathifah juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap guyub (gotong royong) dan ketaatan kepada pemimpin selama berada di jalur syariat.
Sesuai informasi, seluruh rangkaian festival seni dan budaya di Desa Ngabab dijadwalkan akan berlangsung selama sepekan. Yakni mulai 1 Juni hingga penutupan pada 8 Juni 2026. Melalui gelaran berkala seperti ini, Pemerintah Kabupaten Malang berharap dapat mendongkrak sektor pariwisata daerah dengan menyajikan pengalaman budaya lokal yang otentik bagi para wisatawan. (ira/van)




