Bersih Desa Selorejo 2026 Tak Sekadar Agenda Tahunan

MALANG POSCO MEDIA– Ribuan jeruk berwarna kuning cerah dan gunungan opak menjulang tinggi menghiasi jalan-jalan Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (29/6) kemarin. Pemandangan ini menjadi bagian dari perhelatan tradisi Bersih Desa Selorejo 2026, sebuah agenda tahunan yang digelar sebagai wujud syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus doa bersama agar desa senantiasa diberi keselamatan, ketenteraman, dan kemakmuran.
Arak-arakan budaya yang berlangsung meriah ini diisi dengan kirab tumpeng gunungan hasil bumi yang diarak oleh ratusan warga dari berbagai dusun. Ketua Panitia Pelaksanaan Selamat Desa Selorejo, Imam Mustofa menjelaskan bagi masyarakat setempat, kirab ini bukan sekadar perayaan budaya biasa, melainkan juga pengingat akan pentingnya menjaga warisan leluhur sekaligus bentuk penghormatan terhadap alam yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga.
“Acara ini memperingati bersih desa yang di adakan setiap satu tahun sekali. Kami berharap masyarakat menjadi masyarakat yang gemah ripah loh jinawi, kehidupan tentrem ayem, tidak ada songko balak apa pun,” ujar Imam Mustofa saat di temui di balai desa usai acara.
Imam menambahkan, tahun ini masyarakat mengarak sebanyak 14 gunungan opak dan enam gunungan jeruk keliling desa. Gunungan opak dipilih karena merupakan tradisi warisan leluhur yang telah dilestarikan secara turun-temurun, sementara gunungan jeruk menjadi simbol identitas desa serta simbol penghormatan kepada alam yang telah menjadi sumber kehidupan warga.
“Yang diarak tadi gunungan opak serta gunungan jeruk. Total ada untuk gunungan opak ada kira-kira 14 jumlah gunungan opak dan enam buah gunungan jeruk. Start tadi diawali di Watu Gede dan finish di balai desa. Persiapan di acara ini kurang lebih satu bulan dan warga ikut semua untuk serta gotong royong dan menyukseskan acara ini,” kata Imam.
Setibanya di pendopo desa, gunungan-gunungan tersebut didoakan bersama sebagai simbol permohonan berkah dan keselamatan bagi seluruh warga. Suasana yang khidmat kemudian berubah menjadi sangat meriah ketika prosesi “rebutan” atau cabutan dimulai. Warga saling berebut isi gunungan yang terdiri dari jeruk, buah-buahan, sayur-mayur, dan berbagai hasil bumi lainnya. Tradisi sedekah bumi ini dipercaya membawa keberkahan sehingga selalu dinantikan warga setiap tahunnya.
“Untuk acara pembagian atau diburakkan kepada warga itu memang harus didoakan terlebih dahulu. Setelah doa selesai, sudah diacarakan untuk buraan istilah sini, cabutan,” imbuh Imam merinci jalannya prosesi yang diikuti oleh 23 RT dan 7 RW dari tiga dusun yaitu Dusun Selorejo, Dusun Gumuk, dan Dusun Selokerto.
Senada dengan Imam, Sekretaris Desa Selorejo, Retno Mustia memaparkan alasan mendasar di balik pemilihan jeruk dan opak sebagai ikon utama dalam gunungan yang dikirab tahun ini. Menurutnya, buah jeruk merupakan komoditas utama dan kebanggaan karena Selorejo dikenal sebagai salah satu sentra penghasil jeruk terbesar di wilayahnya.
“Ini ada tumpeng gunungan jeruk sama tumpeng gunungan opak. Karena kita mayoritas petani jeruk, penghasil jeruk terbesar di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Harapan kita agar warga masyarakat dengan bersih desa nantinya ini akan menjadi desa yang makmur, lebih adem ayem, lebih makmur, lebih barokah juga untuk rezekinya masyarakat,” tutur Retno Mustia penuh harap.
Sementara itu, Susiati mengaku sengaja datang melihat kirab gunungan opak dan tumpeng jeruk demi mendapatkan berkah dari hasil bumi yang telah didoakan tersebut.
“Ke sini melihat cabutan. Dapat opak, dapat pisang, dapat tomat. Memang sengaja ke sini untuk ngalap berkah. Ya itu, dimakan sama keluarga di rumah nanti,” ungkap Susiati dengan antusias (fir/van)




