Libur Sekolah Dongkrak Wisata Malang Raya, Pantai Selatan hingga Batu Diserbu Keluarga

MALANG POSCO MEDIA – Momen libur sekolah 2026 menjadi berkah bagi sektor pariwisata di Malang Raya. Arus wisatawan yang memadati destinasi di Kabupaten Malang dan Kota Batu ikut mengerek okupansi hotel hingga di atas 80 persen, sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
Di Kabupaten Malang, pantai-pantai di kawasan Malang Selatan masih menjadi tujuan utama wisatawan. Sementara di Kota Batu, jumlah kunjungan yang tercatat dari hotel dan daya tarik wisata telah menembus 378.407 wisatawan hingga Sabtu (11/7). Diperkirakan masih akan terus bertambah karena proses pelaporan belum seluruhnya masuk.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Firmando H. Matondang mengatakan, tren kunjungan selama libur sekolah tahun ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kunjungan wisatawan meningkat dari libur-libur sebelumnya di bulan yang sama pada tahun kemarin (2025). Wisata Malang Selatan tetap yang tertinggi, dominasi Pantai Balekambang, Ngliyep, dan Tanjung Penyu,” ujar Firmando, Minggu (12/7).
Menurut dia, rekapitulasi resmi baru akan dilakukan pada akhir bulan. Namun, dari hasil pemantauan sementara terlihat bahwa wisata keluarga masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan selama musim liburan.
“Kami rekapitulasi biasanya setiap akhir bulan. Tapi kunjungan wisatawan meningkat pada libur sekolah ini. Tren wisatawan kita sekarang lebih banyak kunjungan keluarga,” urai Firmando.
Ia menjelaskan, sebagian besar wisatawan datang menggunakan kendaraan pribadi dengan pelat nomor luar daerah, terutama dari Surabaya dan wilayah eks Karesidenan Bojonegoro. Selain keindahan alam, sejumlah agenda berskala regional juga ikut mendongkrak kunjungan, salah satunya Kejuaraan Jatim Open Sepatu Roda di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.
“Jatim Open Sepatu Roda itu pengaruhnya luar biasa, karena tamu dari DKI dan Banten juga ikut berlaga di sana. Yang berlomba anaknya, orang tuanya ikut berwisata juga,” tambahnya.
Dampaknya turut dirasakan sektor perhotelan di Kabupaten Malang. Berdasarkan sampling Disparbud, tingkat okupansi hotel selama libur sekolah berada di kisaran 70 hingga 80 persen.
“Berdasarkan hasil sampling di beberapa hotel di Kabupaten Malang di antara 70 sampai 80 persen pada liburan ini saja,” jelas Firmando.
Salah satu destinasi favorit, Pantai Ngliyep di Kecamatan Donomulyo, mencatat 5.294 kunjungan selama periode 22 Juni hingga 12 Juli.
“Kunjungan ke Pantai Ngliyep dari kalangan keluarga rata-rata kebanyakan dari luar kota; Surabaya, Gresik, Pasuruan, dan Sidoarjo,” ujar Kepala Unit Pantai Ngliyep Arifin.
Sementara itu, Tanaka Waterfall di Kecamatan Wonosari juga mengalami peningkatan kunjungan. Pada hari kerja, objek wisata di kaki Gunung Kawi tersebut menerima sekitar 300-400 wisatawan per hari, sedangkan akhir pekan mencapai 700-800 orang.
“Pengunjung yang banyak datang dari Surabaya, Sidoarjo, dan Malang juga,” kata Ketua Pengembangan Wisata Tanaka Waterfall Sudarmono.
Tren positif juga terjadi di Kota Batu. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Batu, jumlah kunjungan wisatawan dari sektor hotel dan daya tarik wisata hingga Sabtu (11/7) telah mencapai 378.407 orang. Angka itu baru berasal dari sekitar 31,93 persen pelaku usaha pariwisata yang telah menyampaikan laporan sehingga diprediksi masih akan terus meningkat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengatakan, masa libur sekolah sejak 22 Juni hingga 13 Juli menjadi magnet kuat bagi wisatawan, khususnya keluarga, untuk berlibur di Kota Batu.
“Hingga rekapitulasi data per Sabtu sore (11/7), grand total sementara kunjungan wisatawan sudah mencapai 378.407 kunjungan. Ini adalah sinyal positif bahwa Kota Batu tetap menjadi destinasi favorit pilihan keluarga untuk menghabiskan masa libur sekolah,” ujar Onny kepada Malang Posco Media.
Ramainya wisatawan ikut mendorong sektor akomodasi. Tingkat okupansi hotel harian bahkan sempat mencapai 82,19 persen, dengan rata-rata keterisian kamar selama musim liburan sebesar 65,47 persen.
“Sektor akomodasi bergerak sangat dinamis. Okupansi harian kita bahkan sempat menembus lebih dari 82 persen. Ini menunjukkan perputaran ekonomi di sektor akomodasi berjalan sangat baik,” imbuh Onny.
Sementara itu, sektor daya tarik wisata (DTW) masih menjadi penyumbang angka terbesar bagi pergerakan wisatawan. Berdasarkan laporan dari 49 pengelola DTW di Kota Batu, akumulasi kunjungan wisatawan sukses menyentuh angka 343.454 kunjungan, dengan tambahan kunjungan harian puncaknya mencapai 2.118 wisatawan.
Meski demikian, Mantan Kadiskominfo ini menggarisbawahi bahwa data yang tersaji saat ini belum merekam seluruh pergerakan riil wisatawan di lapangan. Ada beberapa sektor basis massa besar yang dikecualikan dalam pelaporan periodik ini.
“Perlu kami sampaikan bahwa data ini murni dari hotel dan destinasi wisata utama. Kami mengecualikan data wisatawan yang berkunjung ke jasa usaha kuliner seperti resto, kafe, dan rumah makan. Selain itu, data dari sektor homestay atau vila juga belum masuk karena pihak paguyuban belum melaporkan,” jelasnya.
Dengan proses update data yang terus berjalan dari para pelaku usaha, Disparta Kota Batu optimistis total kunjungan riil di lapangan jauh melampaui angka yang tercatat saat ini. “Pemerintah Kota Batu pun mengapresiasi kerja sama para pelaku usaha jasa pariwisata yang terus menjaga kualitas layanan, keamanan, dan kenyamanan demi menjaga citra Kota Batu sebagai kota wisata yang aman dan berkesan,” pungkasnya.(den/eri/bua)




