Simpang Empat PaTIH; Steril Bangunan PKL, Kebut Pondasi Perkerasan

STERIL: Kawasan Simpang Empat PaTIH Kota Batu mulai steril dari bangunan PKL seiring dengan dikebutnya proyek preservasi jalan demi mengurai kemacetan jangka panjang. MPM/KERISDIANTO

MALANGPOSCOMEDIA, KOTA BATU – Proyek strategis preservasi jalan di Simpang Empat PaTIH (Panglima Sudirman, Trunojoyo, Indragiri, dan Hasanudin) terus menunjukkan progres signifikan. Setelah sebelumnya diawali dengan pembersihan barang-barang milik pedagang, kini seluruh bangunan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sekitar simpang empat tersebut dipastikan telah dibongkar total demi kelancaran pelebaran dan perkerasan jalan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu Alfi Nurhidayat menyatakan bahwa pengosongan lahan ini menjadi salah satu kunci penting agar pengerjaan fisik pondasi perkerasan jalan dapat berjalan sesuai dengan linimasa yang telah ditentukan.

“Bangunan PKL di sekitar simpang empat sudah dibongkar sepenuhnya. Kami sangat mengapresiasi kerja sama dan kelonggaran hati para pedagang yang mau mendukung program pemerintah ini demi kepentingan fasilitas publik yang lebih besar,” ujar Alfi Nurhidayat kepada Malang Posco Media.

Alfi menjelaskan, pascabongkar dan sterilisasi lahan, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu langsung bergerak cepat melakukan pengerjaan fisik di lapangan. Mengingat tenggat waktu pengerjaan yang ditargetkan rampung dalam 150 hari sejak akhir Juni lalu, percepatan terus dilakukan di berbagai titik krusial.

“Saat ini fokus utamanya adalah percepatan struktur bawah jalan atau pondasi perkerasan. Karena kawasan PaTIH ini merupakan salah satu urat nadi utama masuk dan keluarnya kendaraan di Kota Batu, kualitas pengerjaannya tidak boleh main-main agar tahan lama menahan beban kendaraan berat,” imbuh Alfi.

Seiring berjalannya proyek berat ini, penerapan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) bersama Dishub dan Satlantas Polres Batu terus dievaluasi secara berkala. Hal ini dilakukan guna meminimalkan efek bottleneck atau penumpukan kendaraan di pusat kota.

Sebagai informasi, rute pengalihan arus tetap diberlakukan secara kondisional. Untuk Kendaraan Berat (Truk & Bus) diarahkan melalui rute Jalan Abdul Gani, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Panglima Sudirman. Sedangkan kendaraan roda 2 dan roda 4 memanfaatkan jalur alternatif Jalan Suropati, Jalan Hasanudin, Jalan Melati, Jalan Trunojoyo, hingga tembus ke Jalan Panglima Sudirman.

Pemkot Batu kembali mengimbau kepada pengguna jalan, khususnya wisatawan yang hendak menuju Kota Batu, untuk tetap bersabar dan sebisa mungkin memanfaatkan jalur alternatif luar kota jika tidak memiliki urusan mendesak di sekitar area pengerjaan.

“Kami terus memantau dinamika di lapangan. Target kami proyek ini selesai tepat waktu sehingga kenyamanan berkendara jangka panjang di Kota Batu bisa segera dinikmati oleh masyarakat luas maupun wisatawan,” pungkasnya.(eri/lim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *