SMPN 18 Dipulihkan, Siswa Dapat Pendampingan Psikolog
MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Pemkot Malang bergerak cepat memulihkan kondisi SMPN 18 Kota Malang pascadugaan kekerasan fisik dan verbal yang dilakukan kepala sekolah sebelumnya. Pemulihan psikologis siswa menjadi perhatian utama, bersamaan dengan penataan internal sekolah dan penguatan pendampingan guru.
Langkah tersebut ditandai dengan apel pagi yang dipimpin Pj Sekda Kota Malang Dandung Djulharjanto, Senin (28/9). Apel dikemas dengan suasana ceria, mulai bernyanyi hingga aktivitas bersama siswa, sebagai bagian dari upaya menciptakan kembali rasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah.
“Kami memperkenalkan Plh Kepala Sekolah yang baru. Sementara proses pemberhentian resmi pejabat sebelumnya sudah diajukan ke BKN. Yang paling penting adalah bagaimana kami menjaga kondisi psikologis anak-anak,” ujar Dandung seusai apel.
Pemkot Malang melibatkan sejumlah perangkat daerah dalam proses pemulihan, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinsos-P3AP2KB. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan SMPN 18 kembali menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Dandung menyebut, pendampingan psikologis akan disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Pemkot menyiagakan psikolog melalui Dinsos dan Dinkes dengan skema layanan yang fleksibel, mulai pendampingan di sekolah, kantor Dinsos, hingga kunjungan langsung ke rumah siswa.
“Di sekolah mereka harus merasa aman karena bertemu teman sebaya dan guru yang menjadi orangtua mereka,” katanya.
Terkait laporan orang tua siswa kepada kepolisian, Dandung menegaskan Pemkot menghormati dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Namun, dari sisi administrasi kepegawaian, sanksi tegas tetap disiapkan apabila pelanggaran terbukti.
“Dari sisi administratif, pencopotan jabatan ini sudah sanksi yang cukup berat. Jika nantinya terbukti ada pelanggaran berat pidana maupun etik, sanksi terberat adalah diberhentikan sebagai ASN,” tegasnya.
Pemkot juga menyiapkan langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Salah satunya melalui pembekalan atau retreat bagi tenaga pendidik serta kunjungan berkala ke sekolah-sekolah di Kota Malang.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana mengonfirmasi penunjukan Risna Widyawati sebagai Plh Kepala SMPN 18. Risna yang juga Kepala SMPN 1 Kota Malang dinilai memiliki pengalaman dalam menangani dinamika sekolah.
“Bu Risna ini mumpuni. Beliau pernah menjadi Plh juga di SMPN 8 dan berjalan aman. Di SMPN 1 yang siswanya heterogen dengan berbagai latar belakang wali murid, beliau bisa menangani dengan baik,” jelas Suwarjana.
Selain fokus pada siswa, Disdikbud juga menyiapkan pendampingan internal bagi para guru SMPN 18. Pengawas sekolah akan dilibatkan untuk membantu memulihkan suasana kerja sekaligus memastikan proses pembelajaran kembali berjalan kondusif.
“Kami yakin beliau mampu mententeramkan kondisi di SMPN 18,” pungkasnya. (rex/aim)





