Dinsos Dampingi 20 Korban Kasus Dugaan Kekerasan di SMPN 18
MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Jumlah siswa yang teridentifikasi menjadi korban dalam kasus dugaan kekerasan di SMPN 18 Malang terus bertambah. Hal itu diketahui saat proses pendampingan psikologis yang dilakukan oleh Dinsos-P3AP2KB sejak Senin (28/9) lalu.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang M. Sailendra menyebut, berdasarkan hasil asesmen dan pendataan, jumlah korban tersebut bahkan telah mencapai puluhan siswa. Lebih banyak dari siswa yang sebelumnya telah berani mengungkapkan kasusnya dan melaporkannya ke kepolisian.
“Total korban (kasus) SMP 18 Malang berdasarkan dampingan sejak Senin 28 September 2026, total ada 20 korban,” ungkap Sailendra kepada Malang Posco Media, Rabu (30/9).
Sailendra merinci, dari jumlah tersebut, 19 siswa merupakan laki-laki dan satu siswa lainnya merupakan siswa perempuan. Berdasarkan asesmen, kesemuanya disebut mengalami kekerasan fisik, yakni berupa tindakan pemukulan dan penamparan.
Ia menyebut, pendampingan yang diberikan dipastikan bakal terpadu dan menyeluruh. Tidak hanya dari aspek pemulihan kesehatan mental, tapi juga aspek medikolegal yakni pendampingan keperluan visum korban.
“Jadi rencananya mereka juga akan kami dampingi, baik dari sisi medikolegal maupun psikososial jika berkenan,” sebut dia.
Kepala UPT PPA Dinsos P3APKB Kota Malang, Fulan Diana Kusumawati menambahkan, untuk tahapan asesmen awal sebelumnya telah dilakukan dengan meminta keterangan siswa dan orang tua secara satu per satu. Dari hasil tersebut, dipastikan 20 siswa mengalami kekerasan fisik.
Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari siswa, tindak kekerasan itu ternyata bukan merupakan kali pertama di sekolah tersebut. Bahkan selain kekerasan fisik, kekerasan verbal juga disebut kerap kali terjadi.
“Yang siswa perempuan pun juga kena pukul, beberapa ada yang mengaku sempat dielus pipinya tapi bukan di kejadian Kamis lalu. Pada kejadian Kamis itu, tamparan dan pukulan saja,” pungkas Diana. (ian/aim)





