2.763 Lansia dan Disabilitas Terima BSTD Rp 450 Ribu
MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Sebanyak 2.763 lansia dan penyandang disabilitas di Kota Malang menerima Bantuan Sosial Tunai Daerah (BSTD). Bantuan senilai total Rp450 ribu per penerima tersebut diberikan untuk alokasi tiga bulan, Juli hingga September 2026.
Penyaluran dilakukan secara simbolis bersamaan dengan apel pagi di Halaman Mini Block Office Balai Kota Malang, Senin (28/9). Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama sejumlah kepala perangkat daerah menyerahkan bantuan kepada perwakilan penerima.
Masing-masing penerima mendapat Rp 150 ribu per bulan. Penerima berasal dari kelompok desil 1 hingga 5 berdasarkan data sosial ekonomi yang telah melalui proses verifikasi dan validasi.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, BSTD merupakan bentuk komitmen Pemkot Malang memberikan perlindungan kepada masyarakat rentan. Ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan penerima.
“Program ini merupakan wujud komitmen kepedulian kita serta memberikan perhatian dan memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan dukungan. Kita ingin setiap bantuan tepat sasaran, tepat manfaat, dan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Wahyu.
Ia juga meminta proses penyaluran dilakukan dengan pelayanan humanis. Seluruh petugas ditekankan untuk melayani penerima dengan ramah, sabar, dan penuh empati serta memastikan tidak ada pungutan.
“Saya minta seluruh jajaran memberikan layanan yang ramah, sabar, dan penuh empati. Pastikan tidak ada pungutan atau biaya dalam bentuk apa pun,” tambahnya.
Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang Muhamad Sailendra mengatakan, BSTD menyasar lansia dan penyandang disabilitas yang masuk kelompok masyarakat rentan.
“Program bantuan sosial tunai daerah ini sesuai dengan Dasa Bakti Pak Wali, Malang Ngopeni. Kami sampaikan untuk 2.763 penerima, para lansia dan disabilitas yang ada di desil 1 sampai 5,” jelas Sailendra.
Selain bantuan tunai, Pemkot Malang juga menyerahkan puluhan kursi roda bagi penyandang disabilitas. Bantuan tersebut diharapkan mendukung mobilitas sekaligus membantu memenuhi kebutuhan warga penerima manfaat.
“Dalam situasi dinamika perekonomian sekarang ini, mudah-mudahan ini dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Lansia dan disabilitas memang masyarakat yang cukup rentan menghadapi permasalahan ekonomi,” pungkasnya. (sam/aim)





