Akselerasi Digital, BI Malang Gelar QRISMA FEST 2026

Malang Posco Media, Malang – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah (Kpw) Malang resmi meluncurkan QRISMA FEST 2026 (Vol.1: Gema Kajoetangan), Senin (4/5), sebagai langkah nyata akselerasi transaksi digital. Kota Malang dipilih sebagai lokasi perdana karena dinilai memiliki ekosistem yang sangat mendukung pertumbuhan sistem pembayaran non-tunai, sekaligus menjadi kado spesial bagi perayaan HUT Kota Malang yang ke-112.
Kepala KPw BI Malang, Indra Kuspriyadi mengungkapkan pencapaian transaksi digital di Kota Malang sangat luar biasa. Berdasarkan data per Maret 2026, dari total volume transaksi di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja BI Malang yang mencapai 28 juta transaksi, Kota Malang menyumbang angka dominan sebesar 20 juta transaksi. Artinya, sekitar 73 persen aktivitas transaksi digital di wilayah tersebut berpusat di Kota Malang.
Pertumbuhan ini mencatatkan rekor yang signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Indra menyebutkan terjadi lonjakan sebesar 182 persen dibandingkan Maret 2025. “Ini adalah pencapaian yang menurut kami sangat, sangat luar biasa,” tegasnya saat memberikan keterangan pada pembukaan acara di kawasan Kajoetangan.
Dari sisi nominal, nilai transaksi QRIS di wilayah kerja BI Malang secara keseluruhan menyentuh angka Rp 2,13 triliun. Kota Malang kembali mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp 1,27 triliun atau setara dengan 60 persen dari total nilai transaksi. Fakta ini menunjukkan bahwa pembayaran non-tunai telah mendarah daging dan menjadi gaya hidup bagi masyarakat di Kota Pendidikan ini.
Indra Kuspriyadi juga memberikan apresiasi terhadap kematangan Kota Malang yang kini menginjak usia 112 tahun. Menurutnya, usia tersebut bukanlah umur yang renta, melainkan masa yang matang untuk menjadikan Malang sebagai kota yang terdigitalisasi sepenuhnya. QRISMA volume 1 ini dipersembahkan sebagai atensi BI untuk mendukung Malang tumbuh menjadi kota yang “Mbois” dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut positif penggunaan transaksi non-tunai yang memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat. Pemerintah Kota Malang mengusung semangat “Dari Tradisi ke Transaksi,” sebuah ungkapan yang menekankan bahwa digitalisasi tidak berarti melupakan akar sejarah dan warisan budaya yang ada.
Wahyu menjelaskan kawasan heritage seperti Kajoetangan telah bertransformasi menjadi aset yang bermanfaat bagi warga sekitar melalui sentuhan teknologi. Meskipun pada awalnya pendekatan digitalisasi ini tidak mudah dan memerlukan pendampingan intensif dari perbankan, kini perubahan pola pikir atau mindset masyarakat telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Pemanfaatan QRIS kini tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh penduduk lokal Kajoetangan, tetapi juga oleh para wisatawan karena berbagai kemudahan yang ditawarkan. Wali Kota Malang juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BI Malang atas penyelenggaraan acara ini yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat.
Rangkaian QRISMA FEST 2026 sendiri akan berlangsung hingga 8 Mei mendatang, melibatkan berbagai kegiatan mulai dari kompetisi QRIS Race, workshop edukasi, hingga pemecahan rekor MURI. Kolaborasi antara BI Malang dan Pemerintah Kota Malang ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkuat posisi Malang sebagai kota digital masa depan. (nda)




