Alfi Nurhidayat Jabat Sekda Kota Batu, Kawal Tiga Progam Besar

LANTIK: Wali Kota Batu H. Nurochman lantik Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat sebagai Sekda definitif Kota Batu di Gedung Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani pada, Selasa (7/7) kemarin.(MPM/M FIRMAN)

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Wali Kota Batu H. Nurochman resmi melantik Ir. Alfi Nurhidayat, M.T., Ph.D. sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Batu. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini berlangsung khidmat di Gedung Graha Pancasila, Balai Kota Among Tanipada, Selasa (7/7) kemarin.

Acara penting ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi daerah, di antaranya Wakil Wali Kota Batu, Forkopimda Kota Batu, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Batu, Direktur RSSA, serta Sekretaris Daerah dari wilayah tetangga, yaitu Kota Malang dan Kabupaten Malang. Turut hadir pula para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Batu H. Nurochman menegaskan bahwa momentum pelantikan ini merupakan langkah krusial untuk memperkuat kepemimpinan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Ia menjamin bahwa seluruh tahapan seleksi yang telah dilalui berjalan dengan prinsip keterbukaan, objektif, kompetitif, dan berbasis sistem merit.

“Seluruh peserta merupakan aparatur terbaik yang memiliki kapasitas, pengalaman, integritas, dan rekam jejak yang membanggakan. Dalam sebuah proses seleksi tentu hanya ada satu orang yang menerima amanah, tetapi sesungguhnya Pemerintah Kota Batu memperoleh banyak pemimpin berkualitas yang tetap kita butuhkan,” ujar Nurochman.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Batu yang telah mendedikasikan dirinya selama beberapa bulan terakhir untuk menjaga stabilitas roda pemerintahan di masa transisi.

Kepada Sekda yang baru dilantik Wali Kota mengingatkan bahwa jabatan Sekretaris Daerah bukanlah sekadar puncak karier birokrasi, melainkan sebuah puncak tanggung jawab yang besar. Sekda dituntut untuk menjadi pemimpin administratif yang andal, mampu menyinergikan seluruh perangkat daerah, serta mengawal kebijakan agar langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Cak Nur sapaan akrab Wali Kota berharap Sekda baru dapat bertindak sebagai motor penggerak reformasi birokrasi. Dengan membangun budaya kerja profesional dan menghilangkan ego sektoral antar-instansi, memperkuat koordinasi dan mempercepat pengambilan keputusan dan mendorong lahirnya inovasi yang berdampak nyata pada kualitas pelayanan publik.

“Hal-hal itu perlu dilakukan mengingat kepercayaan masyarakat tidak dibangun oleh banyaknya program yang direncanakan, melainkan oleh kualitas pelayanan yang dirasakan sehari-hari,” pesannya.

Menutup arahannya, Wali Kota Batu mengajak seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu untuk meleburkan sekat-sekat pasca-seleksi dan memberikan dukungan penuh kepada Sekda yang baru. Ia menekankan bahwa tantangan ke depan bukanlah persaingan internal, melainkan akselerasi pembangunan daerah.

“Mari kita bekerja dalam satu semangat, satu irama, dan satu tujuan. Jadikan kolaborasi sebagai budaya kerja, integritas sebagai landasan pengabdian, serta pelayanan kepada masyarakat sebagai orientasi utama,” serunya.

Melalui kebersamaan dan komitmen tersebut, Pemerintah Kota Batu optimistis dapat menghadirkan birokrasi yang adaptif, melayani, dan tepercaya, sekaligus mempercepat terwujudnya visi “mBatu SAE” menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu Alfi Nurhidayat menegaskan komitmennya untuk langsung tancap gas mengawal roda pemerintahan. Alfi menyatakan bahwa fokus utamanya adalah memastikan seluruh visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu yang terangkum dalam program mBatu Sae dapat terealisasi secara tuntas dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Alfi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota atas amanah besar yang dipercayakan kepadanya. Meski menyadari tanggung jawab ini tidak ringan, ia optimis tugas tersebut bisa dijalankan dengan baik melalui kolaborasi kuat.

“Saya tidak pernah menganggap ini sebagai tugas yang ringan atau gampang. Tetapi, saya juga tidak menganggap ini berat ketika saya bersama dengan seluruh elemen masyarakat dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ujar Alfi saat diwawancarai setelah pelantikan.

Alfi juga mengingatkan kembali pesan penting dari Wali Kota terkait keselarasan kinerja di lingkungan Pemkot Batu. Ia menegaskan tidak boleh ada ego sektoral maupun visi misi pribadi di tingkat jajaran birokrasi.

“Sesuai pesan Pak Wali Kota, tidak ada visi misi Sekda, tidak ada visi misi kepala OPD. Yang ada hanyalah visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Itulah yang ingin kami pastikan untuk bisa dijalankan dengan tuntas,” tegasnya.

Dalam satu periode kepemimpinan kepala daerah ini, Alfi menargetkan sejumlah program infrastruktur dan ekonomi strategis dapat segera terealisasi. Berdasarkan arahan langsung dari Wali Kota, terdapat tiga proyek besar yang menjadi fokus penyelesaian Sport Center senagai penyediaan fasilitas olahraga terpadu bagi masyarakat.

Kemudian Botanical Garden atau pengembangan kebun raya sebagai penunjang ekologi dan pariwisata dan Mal UMKM sebagai pusat komoditas lokal untuk mendongkrak ekonomi kreatif warga Kota Batu.

Saat disinggung mengenai isu penyegaran birokrasi seperti mutasi jabatan atau pelaksanaan open bidding (lelang jabatan terbuka) untuk kepala OPD yang kosong, Alfi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada instruksi khusus mengenai hal tersebut.

“Belum ke arah sana (mutasi). Saya juga belum mendapatkan arahan dari pimpinan untuk itu. Begitu juga dengan open bidding, kami menunggu arahan pimpinan seperti apa nanti,” jelasnya.

Bagi Alfi, agenda terdekatnya saat ini bukanlah merombak kabinet, melainkan melakukan pemetaan internal dan memperkuat koordinasi. “Yang jelas agenda terdekat adalah saya memperkuat medan dulu,” tambahnya.

Mengakhiri keterangannya, Sekda yang dikenal akrab dengan berbagai kalangan ini menyatakan siap membuka diri terhadap kritik dan saran dari masyarakat demi membenahi sumbatan komunikasi atau ego sektoral yang mungkin terjadi di masa lalu.

“Ini menjadi harapan kita semuanya bahwa hal-hal yang kemarin kurang bersinergi, itu yang harus kami komunikasikan. Kami membuka diri menerima masukan terbaik kepada kami untuk Kota Batu lebih Sae,” pungkasnya. (eri/lim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *