Cedera Lutut Lagi, Pablo Dapat Suntikan Moral

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Ada pemandangan berbeda sebelum laga Arema FC melawan Persis Solo di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Sabtu (18/4) lalu. Saat sesi foto tim, para pemain Singo Edan kompak membawa jersey bertuliskan nama Pablo Oliveira dengan nomor punggung 32. Aksi tersebut bukan sekadar simbol, sebab itu menjadi bentuk dukungan moral bagi gelandang asal Brasil yang tengah menghadapi cobaan berat usai mengalami cedera lutut serius.
Pablo dipastikan harus naik meja operasi setelah hasil pemeriksaan medis menunjukkan cedera parah pada ligamen lututnya. Dia bahkan diperkirakan harus menepi hingga sembilan bulan, kehilangan besar bagi Arema FC di sisa musim ini.
Pelatih Arema FC Marcos Santos mengungkapkan makna di balik momen emosional tersebut. Menurutnya, seluruh elemen tim merasakan duka yang sama atas cedera yang dialami pemain berusia 30 tahun itu.
“Kami semua sedih karena Pablo mengalami cedera lutut kanan. Dia harus operasi. Dari pemain ingin memberikan semangat dengan membawa bajunya sebelum pertandingan,” ujar Marcos.
Dukungan itu menjadi pesan kuat bahwa Pablo tidak sendirian menghadapi masa sulit. Terlebih, ini bukan pertama kalinya sang pemain harus berjuang melawan cedera serius dalam kariernya.
Sementara itu, General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi membeberkan kondisi terkini sang pemain. Dari hasil pemeriksaan MRI, Pablo didiagnosis mengalami cedera berat pada dua ligamen sekaligus.
“Pablo kita dapat kabar buruk karena dia sudah divonis dari dokter, hasil dari MRI-nya juga sudah keluar. Jadi, dia terkena MCL dan ACL-nya putus semuanya. Jadi, mungkin hari Selasa (21/4) dia kembali ke Brasil untuk menjalani operasi dan perawatan,” jelas Yusrinal.
Dia menambahkan, cedera tersebut diduga terjadi akibat beban berlebih pada kaki kiri, menyusul kondisi kaki kanan yang sebelumnya mengalami masalah. “Kalau dari informasi dokter, karena sebelumnya yang kanan kena, jadi beban lebih banyak ke kiri. Nah di situ mungkin terjadi cedera,” imbuhnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Inal ini memastikan manajemen tetap bertanggung jawab penuh terhadap proses pemulihan Pablo. Terlepas dari situasi kontraknya.
“Kalau terdaftar pastilah ya (tetap), karena sudah terdaftar tidak bisa dicabut. Untuk operasinya tetap ditanggung oleh kami. Walaupun kontraknya habis atau tidak diperpanjang, itu tetap jadi tanggungan kami (pemulihan),” tegasnya.
Dengan kondisi tersebut, Pablo dipastikan absen hingga akhir musim, bahkan berpotensi lebih lama. Namun, dukungan dari rekan setim dan manajemen menjadi suntikan moral penting dalam proses pemulihannya. (ley/jon)





