Dimsum Kimpul, Puding Labu Bergizi hingga Es Yoghurt Mangga: Sulap Jajanan Sekolah Jadi Kudapan Sehat Beromzet
Malang Posco Media, Malang – Siapa sangka kimpul (talas lokal) dan labu kuning bisa disulap menjadi dimsum lezat dan puding favorit anak-anak sekolah? Inovasi inilah yang dihadirkan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang melalui kegiatan bertajuk “Gerakan Sadar Gizi Sejak Dini: Workshop Nutripreneur untuk Produk Sekolah Sehat” di SDN 1 Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada Jumat–Sabtu (11–12/9) lalu.
Kegiatan yang masuk dalam skema Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) ini digagas untuk mengedukasi siswa sekaligus memperkuat peran sekolah dalam menyajikan pilihan jajanan yang aman, sehat, dan bergizi tinggi.
Ketua Tim Pengabdi Poltekkes Malang, Fifi Luthfiyah, SST., M.Kes., mengungkapkan bahwa lewat pendekatan Nutripreneurship (wirausaha berbasis produk makanan sehat), jajanan sekolah yang biasa identik dengan makanan instan dapat digantikan dengan olahan pangan lokal bergizi tinggi.

Antusiasme peserta terlihat jelas pada hari pertama pelaksanaan, Jumat (11/9). Sebanyak 76 siswa kelas 5 SDN 1 Ngijo diajak mengenali bahaya bahan tambahan pangan berbahaya serta pentingnya memilih kudapan bernutrisi.
Tak sekadar teori, para siswa juga berkesempatan mencicipi 8 inovasi produk jajanan sehat buatan tenant nutripreneur. Dari delapan produk yang diuji coba, tiga varian langsung menjadi “primadona” favorit para siswa, yakni puding labu kuning, dimsum kulit kimpul, dan es yoghurt mangga.
Sebagai penanda keberlanjutan edukasi gizi, tim pengabdi turut menyerahkan media edukasi berupa Poster 10 Pesan Gizi Seimbang dan Poster Cara Mencuci Tangan kepada Kepala SDN 1 Ngijo, Hari Purnomo, S.Pd., M.Pd.
Memasuki hari kedua, Sabtu (12/9), giliran ekosistem pendukung sekolah yang disasar. Sebanyak 15 peserta terdiri dari jajaran guru dan pengelola kantin mengikuti sosialisasi intensif mengenai Strategi Pengelolaan Kantin Sehat.
Sesi ini dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi serta merespons program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memotivasi pengelola kantin agar konsisten menyajikan jajanan kaya nutrisi.

Kepala SDN 1 Ngijo, Hari Purnomo, S.Pd., M.Pd., menyambut hangat kolaborasi tersebut dan berharap kebiasaan konsumsi gizi seimbang dapat terbangun secara permanen di sekolah, baik melalui kantin maupun bekal harian siswa.
“Melalui konsep nutripreneurship ini, kami berharap wirausaha berbasis makanan sehat tumbuh subur di lingkungan sekolah demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” pungkas Fifi Luthfiyah. (*/nda)





