DPRD Desak Audit Listrik dan Bangunan Kios dan Bedak
MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Kebakaran di lantai 1 Pasar Besar Kota Malang, Senin (28/9) malam, menjadi alarm bagi Pemkot Malang untuk memperkuat aspek keselamatan pasar. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) didesak segera melakukan mitigasi, khususnya terhadap instalasi listrik dan bagian bangunan yang berpotensi membahayakan pedagang maupun pengunjung.
Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji mengatakan, pengecekan harus dilakukan menyeluruh, bukan hanya pada titik yang terbakar. Instalasi kelistrikan, kondisi atap hingga struktur bangunan yang dinilai rawan perlu segera diperiksa.
“Pasca kebakaran ini, Pemkot Malang melalui Diskopindag perlu segera melakukan mitigasi awal. Terutama mengecek instalasi listrik, kondisi atap, dan bagian bangunan lain yang memang urgent dan berpotensi membahayakan pedagang maupun pengunjung,” tegas Bayu, Selasa (29/9).
Menurutnya, langkah mitigasi harus dilakukan terhadap persoalan yang bersifat mendesak guna menekan potensi kejadian serupa. DPRD juga akan mendorong Pemkot Malang mengambil langkah tanpa menunggu munculnya insiden berikutnya.
Di sisi lain, Bayu menilai rencana pembangunan Pasar Besar secara menyeluruh tetap harus berjalan. Pemkot diminta mengawal pengajuan pembangunan melalui APBN maupun skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
“Dua-duanya harus jalan. Yang urgent segera dimitigasi dan diperbaiki, sementara solusi jangka panjang pembangunan Pasar Besar juga terus diperjuangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sriyuliadi menyebut pihaknya telah mengecek lokasi bersama jajaran terkait pascakebakaran. Dari pemeriksaan awal, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu kios lantai 1.
“Memang itu terjadi korsleting listrik dari salah satu kios yang ada di lantai 1. Dugaannya itu, tapi nanti hasil resminya kita tunggu dari kepolisian,” kata Eko.
Ia memastikan api hanya mengenai satu kios yang dalam kondisi kosong. Tidak ada barang dagangan yang ikut terbakar.
Meski demikian, Eko mengingatkan pedagang agar lebih disiplin menggunakan instalasi listrik sesuai standar. Pedagang juga diminta mematikan aliran listrik ketika kios sudah tutup.
“Kami mengimbau pedagang yang ada di Pasar Besar harus lebih berhati-hati. Kalau menggunakan kabel ataupun kelistrikan di kios masing-masing juga harus sesuai standar. Kalau sudah tutup, kelistrikan diharapkan dilakukan (dipadamkan),” tandasnya. (ian/aim)





