Pihak kepolisian memastikan tidak ada unsur kekerasan atau tindak pidana dalam kedua peristiwa tersebut.
Naim, 85, ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Lowok, Dusun Lowok, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso.
Warga Dusun Baba’an, Desa Ngenep, Karangploso tersebut ditemukan setelah dua hari meninggalkan rumah tanpa pamit.
“Korban pertama kali ditemukan oleh anak-anak yang sedang memancing di sungai,” kata Kasihumas Polres Malang, AKP M. Budiono, Kamis (18/6).

Setelah mendapat laporan dari masyarakat, polisi langsung menuju lokasi penemuan untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban disebut sudah lanjut usia dan mengalami pikun. Korban diketahui meninggalkan rumah sejak dua hari lalu dan tidak diketahui keberadaannya,” lanjut Budiono.
Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis, ditemukan luka pada bagian kepala atas telinga kanan korban. Polisi menduga luka itu akibat benturan bebatuan di sekitar sungai.
“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban diduga terpeleset di sekitar sungai hingga mengalami benturan pada bagian kepala. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan indikasi adanya unsur kekerasan atau peristiwa pidana,” jelas AKP Budiono.
Peristiwa penemuan orang meninggal juga terjadi di Dusun Genitri, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis. Seorang lansia bernama Miseri, 80, ditemukan di dasar sumur yang berada di belakang rumahnya.
Sama seperti Naim, Miseri juga diketahui mengidap demensia atau pikun menahun akibat faktor usia. Peristiwa ini bermula ketika keluarga menyadari Miseri tidak berada di rumah sejak Rabu pagi.
Setelah melakukan pencarian mandiri, pihak keluarga menemukan sepasang sandal milik korban di dekat bibir sumur.
Budiono mengatakan, warga yang curiga kemudian menggunakan jangkar sederhana yang diikat tali untuk mengecek dasar sumur. Pada saat itu diketahui tubuh korban, Miseri.
“Dari hasil pemeriksaan di lapangan dan keterangan keluarga, kejadian ini diduga merupakan kecelakaan murni. Korban memiliki riwayat pikun sehingga diduga terjatuh ke dalam sumur tanpa disadari,” tambah Budiono.
Proses evakuasi jasad korban melibatkan tim gabungan dari Polsek Pakis, tim Damkar Kabupaten Malang, tim SAR, PMI, pemdes setempat serta relawan.
“Keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak berkenan dilakukan visum ataupun autopsi. Namun kami tetap melakukan langkah prosedural mulai dari olah TKP, pendataan saksi, hingga dokumentasi untuk memastikan tidak ada unsur pidana,” pungkas Budiono. (den/jon)





