FTAB UB Perluas Jejaring Global, Griffith University Australia Jajaki Kolaborasi Strategis

Kunjungan akademik dari Griffith University dalam rangka penjajakan kerja sama antar institusi di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat, di FTAB UB, Jumat (8/5/2026).

MALANG POSCO MEDIA – Kampus Universitas Brawijaya kembali memperkuat jejaring internasionalnya. Kali ini, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) menerima kunjungan akademik dari Griffith University, Jumat (8/5/2026), dalam rangka penjajakan kerja sama antar institusi di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.

Kunjungan tersebut menghadirkan Prof. Prasad Kaparaju dari Griffith School of Engineering, Griffith University Nathan Campus, Australia. Ia dikenal sebagai pakar internasional di bidang teknik lingkungan, pengelolaan limbah, hingga bioekonomi sirkular.

Prof. Prasad Kaparaju dari Griffith School of Engineering, Griffith University Nathan Campus, Australia

Kedatangan Prof. Prasad disambut langsung Dekan FTAB UB, Prof.Ir. Yusuf Hendrawan, STP,M.App.Life Sc., Ph.D, di Ruang Rapat Lantai 7 Gedung A FTAB UB. Pertemuan turut dihadiri jajaran dekanat, ketua departemen, serta perwakilan International Relation Office (IRO) FTAB UB.

Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas sejumlah peluang kolaborasi strategis. Mulai dari program visiting lecture, 3-in-1 program, summer course, pertukaran mahasiswa dan staf, hingga penguatan kolaborasi penelitian internasional.

Prof. Prasad Kaparaju menyambut positif tawaran kerja sama yang diajukan FTAB UB, termasuk peluang pelaksanaan Doctoral Global Teaching Fellowship (DGTF). Program tersebut dinilai mampu meningkatkan daya saing akademik internasional melalui pengajaran dosen FTAB UB di luar negeri.

Dekan FTAB UB, Prof.Ir. Yusuf Hendrawan, STP,M.App.Life Sc., Ph.D.

“Program DGTF sangat baik, terlebih jika dilaksanakan secara vice versa, sehingga dosen Griffith University juga dapat mengajar di UB,” ujarnya.

Program DGTF sendiri sebelumnya telah berjalan melalui kerja sama internasional FTAB UB dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, Filipina, dan Korea Selatan.

Tak hanya membahas rencana kerja sama, FTAB UB dan Griffith University juga telah menjalankan sejumlah riset kolaboratif. Salah satunya penelitian bersama Prof. Sri Suhartini terkait pemanfaatan limbah makanan menjadi maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk pakan lobster dengan pendanaan Koneksi-BRIN periode 2025-2027.

Prof. Prasad Kaparaju foto bersama jajaran dekanat, ketua departemen, serta perwakilan International Relation Office (IRO) FTAB UB.

Selain itu, kedua pihak juga mengembangkan penelitian Constructed Wetland-Microbial Fuel Cell untuk pengolahan limbah cair industri tahu di Jombang melalui pendanaan Koneksi-Kemendiktisaintek tahun 2026-2028.

Kolaborasi internasional ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen FTAB UB dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-17 yakni Partnerships for the Goals atau kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kerja sama lintas negara dan lintas sektor, FTAB UB berharap mampu memperkuat implementasi riset berkelanjutan, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan teknologi yang berdampak bagi masyarakat luas. (adv/bua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *