Intensifkan Pemeriksaan Post-Mortem, Dispangtan Temukan Penyakit Cacing Hati

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Keamanan pangan dari daging hewan kurban harus menjadi perhatian bersama. Tidak hanya bagi pemerintah tapi juga masyarakat secara umum. Sebab, ada sebagian hasil kurban yang bisa saja tidak layak untuk dikonsumsi karena hewan mengidap penyakit. Misalnya seperti penyakit cacing hati yang kerap ditemukan.
Oleh karenanya, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, drh Anton Pramujiono menyampaikan, sejak Rabu (27/5) hari ini pihaknya sudah mulai melakukan pemeriksaan post-mortem terhadap hewan kurban yang telah disembelih.
“Pemeriksaan post-mortem ini dilakukan di musala atau masjid di lima kecamatan yang mengadakan penyembelihan. Masih ditemukan penyakit cacing hati dan radang paru paru tahun ini,” ungkap Anton, Rabu (27/5) hari ini.
Disampaikan Anton, untuk pemeriksaan post-mortem ini pihaknya menggandeng ratusan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan UB yang menyebar ke lokasi penyembelihan. Anton menyebut pemeriksaan post-mortem ini akan diselenggarakan hingga 30 Mei nanti.
“Jadi untuk memastikan daging atau mungkin jeroannya atau yang lain itu ada yang berpenyakit atau tidak. Jika ditemukan penyakit maka kami imbau supaya tidak dikonsumsi,” jelas dia.
Dengan pemeriksaan post mortem ini, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan pangan hasil kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Pemeriksaan yang dilakukan oleh Dispangtan Kota Malang tidak hanya pada pemeriksaan pasca penyembelihan (post-mortem) namun juga sebelum penyembelihan (antemortem), sejak dua pekan lalu. (ian/van)


