Izin Pulang, Marcos Absen Lawan Madura United

MALANG POSCO MEDIA, MALANG — Manajemen Arema FC mulai buka suara terkait kepulangan pelatih kepala mereka, Marcos Santos, yang hingga Rabu (17/12) kemarin belum kembali memimpin latihan tim usai jeda kompetisi BRI Super League 2025/ 2026. Pelatih asal Brasil itu pulang ke negaranya untuk mendampingi orang tuanya yang harus menjalani operasi batu empedu. Kepulangan dilakukan atas izin manajemen karena bersifat mendesak.

Sejak Arema FC kembali menjalani latihan pada pertengahan pekan lalu, sosok Marcos Santos belum terlihat di lapangan. Ia diketahui bertolak ke Brasil sesaat setelah laga pekan ke-14 pada 29 Desember 2025.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi membeberkan terkait alasan kepulangan sang pelatih kepala tersebut.

“Coach Marcos pulang karena ada keperluan yang cukup urgent. Orang tuanya harus menjalani operasi batu empedu, sehingga dia izin pulang terlebih dahulu,” ujar Yusrinal.

Selama Marcos Santos berada di Brasil, tugas pelatih kepala sementara dijalankan oleh jajaran asisten. Andre Caldas Costa dipercaya memimpin sesi latihan Singo Edan untuk persiapan laga selanjutnya.

“Untuk sementara, tim dipimpin oleh asisten pelatih dalam persiapan pertandingan berikutnya,” imbuh Yusrinal.

Namun, menurut pria yang akrab disapa Inal tersebut, sekalipun tidak berada langsung di Malang, Marcos Santos tetap menjalin komunikasi dengan staf kepelatihan. Materi latihan hingga rencana taktikal, termasuk persiapan menghadapi Madura United, tetap berada dalam arahan pelatih kepala.

“Komunikasi tetap berjalan, terutama untuk materi taktik. Termasuk rencana menghadapi Madura United, itu juga sudah ada arahan dari Coach Marcos,” tambah dia.

Selain pertimbangan urusan keluarga, manajemen klub memberikan izin dengan sejumlah pertimbangan. Salah satunya karena dalam laga Madura United, eks Pelatih Timnas U-17 Brasil tersebut juga bakal absen.

Marcos Santos juga dipastikan belum bisa mendampingi Arema FC secara langsung saat menghadapi Madura United karena akumulasi kartu kuning yang membuatnya tak bisa berada di pinggir lapangan. (ley/jon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *