Kabar Haji 2026; Ke Nabawi Jangan Sendiri, Ini Imbauan Penting untuk Jemaah Haji 2026

Masjid Nabawi di Madinah yang selalu penuh dengan jemaah dari berbagai negara, jemaah haji Indonesia diharapkan dapat berkelompok, minimal berdua saat menuju atau beribadah di masjid Nabawi. MCH2026_mpm

Laporan langsung Wartawan Malang Posco Media, Muhaimin yang tergabung dalam Media Center Haji PPIH Arab Saudi 2026.

Malang Posco Media, MADINAH – Menjelang kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia pada Rabu (22/4/2026), Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan pengamanan maksimal dengan menyiagakan puluhan personel perlindungan jemaah (Linjam) di berbagai titik strategis di Madinah.

Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) Daker Bandara, Ali Nurohim, mengungkapkan sebanyak 60 personel telah disebar ke seluruh sektor, terutama di hotel-hotel tempat jemaah menginap.

“Agar jemaah selama menjalankan ibadah merasa tenang dan yakin bahwa mereka mendapatkan perlindungan penuh dari petugas Linjam,” ujar Ali di Madinah, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, tugas Linjam tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup penanganan berbagai persoalan jamaah, termasuk masalah barang bawaan seperti koper yang tertukar atau hilang.

“Jika ada koper jemaah yang tertukar atau hilang, Linjam akan membantu mencarikan solusi hingga ditemukan kembali,” jelasnya.

Selain itu, pengamanan juga dilakukan selama mobilitas jemaah, khususnya saat perjalanan dari hotel menuju Masjid Nabawi. Petugas akan memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

“Perjalanan dari hotel ke Nabawi juga kami amankan, agar jemaah merasa terlindungi,” tambahnya.

Ali menegaskan bahwa layanan perlindungan diberikan selama 24 jam penuh. Meski demikian, jemaah tetap diminta meningkatkan kewaspadaan pribadi selama berada di Tanah Suci.

Ia mengimbau jemaah agar tidak bepergian sendiri saat hendak beribadah ke Masjid Nabawi.

“Minimal berdua atau dalam rombongan, supaya jika ada kendala bisa saling membantu,” ujarnya.

Selain itu, jemaah juga diminta selalu membawa identitas resmi, terutama kartu nusuk, saat beraktivitas di luar hotel.

“Kartu nusuk harus selalu melekat. Jangan sampai tertinggal atau hilang karena itu penting untuk kelancaran ibadah,” tegasnya.

Dengan kesiapan personel dan sistem pengamanan tersebut, PPIH berharap jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, aman, nyaman dan tanpa rasa khawatir selama berada di Madinah. (aim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *