Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah​ Disambut Haru, Layanan Fast Track Makkah Route Permudah Jemaah

SAMBUT: Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad dan Konsul Jenderal RI di Jeddah Yusron B. Ambary, bersama otoritas bandara setempat menyambut kedatangan jemaah Indonesia asal Jakarta di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Rabu (22/4). Mch 2026_mpm

MALANG POSCO MEDIA, MADINAH – Penantian panjang ribuan calon jemaah haji Indonesia akhirnya terbayar. Kloter perdana jemaah haji 1447 H/2026 M tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Rabu (22/4) pagi waktu Arab Saudi, menandai dimulainya gelombang kedatangan jemaah di Tanah Suci dengan iringan haru, syukur, dan layanan cepat bagi rombongan pertama.

Pada Rabu kemarin, ada 15 kelompok terbang (Kloter) dari berbagai Embarkasi di Indonesia yang tiba di Bandara Udara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah.

Kloter perdana yang tiba  berasal dari Embarkasi Yogyakarta (YIA 1) asal jemaah dari Kulonprogo dan Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 1). Kedatangan mereka menandai dimulainya rangkaian kedatangan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci tahun ini.

Jemaah dari Embarkasi Yogyakarta menjadi rombongan pertama yang mendarat di Madinah. Pesawat dengan nomor penerbangan GA6501 tiba pada pukul 07.30 Waktu Arab Saudi (WAS), sedikit mundur dari jadwal semula pukul 06.15 WAS akibat keterlambatan keberangkatan sekitar 37 menit dari Bandara Internasional Yogyakarta.

Kloter YIA 1 membawa 360 orang, terdiri atas 157 laki-laki dan 203 perempuan. Dari jumlah tersebut, 356 merupakan jemaah haji, termasuk 116 lansia, sementara sisanya adalah petugas pendamping.

Meski terlihat lelah setelah menjalani penerbangan selama 10 jam di atas pesawat, wajah para jemaah begitu antusias dan bersemangat setibanya di Madinah. Meski banyak jemaah Lansia, mereka tetap semangat jalan menuju bus yang akan mengantarkannya ke hotel yang ada di Madinah.

Jemaah Yogyakarta keluar di terminal hajj, sedangkan jemaah asal Jakarta keluar di jalur Makkah Route atau fast track.

“Alhamdulillah bisa tiba di Madinah dengan selamat dan perjalanan juga Alhamdulillah lancar. Mudah-mudahan semua proses ibadah haji lancar semuanya,” kata Hasanuddin, jemaah lansia asal Jakarta yang semangat memasuki bus di jalur fast track.

Kedatangan di Tanah Suci disambut penuh haru oleh para jemaah. Salah satunya, Supomo Sentikno Sentono (66), yang mengaku telah menunggu selama 14 tahun untuk bisa berangkat haji.

“Alhamdulillah setelah 14 tahun menunggu bisa naik haji. Saya bersyukur bisa berangkat bersama anak dan istri,” ujarnya.

Kloter JKG 1 dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 01.42 WIB, mengalami penundaan hampir satu jam dari jadwal awal.

Sebanyak 389 jemaah tergabung dalam kloter ini, termasuk 82 lansia. Mereka dijadwalkan menempati akomodasi di Makarim Suites Apartment.

Berbeda dengan kloter YIA 1, jemaah JKG 1 menggunakan layanan Fast Track atau Makkah Route. Fasilitas ini memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan sejak di Indonesia, sehingga setibanya di Madinah jemaah dapat langsung menuju bus tanpa antre pemeriksaan dokumen.

Kedatangan jemaah kloter JKG 1 disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad dan Konsul Jenderal RI di Jeddah Yusron B. Ambary, bersama otoritas bandara setempat.

Sebagai bentuk sambutan, para jemaah menerima sekuntum bunga mawar saat turun melalui jalur Fast Track.

“Terima kasih kepada pemerintah kerajaan Arab Saudi yang sudah memberikan kemudahan proses keimigrasian ini, sehingga kedatangan perdana jemaah haji semua berjalan lancar. Kami berharap kedatangan selanjutnya juga akan lancar seperti ini dan juga kesiapan para petugas juga baik dalam membantu para jemaah,” kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad.

Pembagian kartu Nusuk di tanah air juga membuat kemudahan kepada para jemaah nantinya dalam beribadah sesuai dengan yang diharapkan jemaah. Kartu Nusuk memuat seluruh informasi jemaah, mulai data paspor, visa haji, hotel dan data diri lainnya.

Beberapa kejadian sempat mewarnai kedatangan jemaah perdana di tanah suci. Ada jemaah yang ketinggalan tas pasportnya, ada juga ditemukan “segepok” uang dalam amplop berlogo bank syariah yang terjatuh di jalur fast track dan langsung diamankan petugas haji bagian perlindungan jemaah (Linjam).

“Alhamdulillah, jemaah yang tadi sempat tertinggal tas pasportnya sudah ditemukan pemiliknya, begitu juga dengan penemuan amplop juga sudah dikembalikan kepada pemiliknya,” ujar kepala Daker Bandara Abdul Basyir.

Kedatangan kloter pertama ini menjadi awal dari gelombang besar jemaah haji Indonesia yang akan terus berdatangan ke Madinah dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah memastikan seluruh layanan, termasuk akomodasi, kesehatan, dan transportasi, telah disiapkan untuk mendukung kelancaran ibadah para jemaah. Tahun ini jumlah jemaah haji Indonesia yang menjadi terbesar di dunia sebanyak 220 ribu jemaah. (aim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *