Lumajang Klaim Peringkat Pertama Tujuan Wisman di Jatim

PEMIKAT: Air Terjun Tumpak Sewu di Lumajang menjadi objek wisata tertinggi yang dikunjungi wisatawan mancanegara di Jawa Timur. ANTARA/HO-Dinas Pariwisata Lumajang

MALANG POSCO MEDIA –  Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan  Kabupaten Lumajang menduduki peringkat pertama tujuan wisatawan mancanegara (wisman) di Jawa Timur berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim.  “Lumajang menempati peringkat pertama sebagai tujuan wisman di Jatim, mengungguli Surabaya, Malang, Banyuwangi dan Bondowoso. Capaian itu kami maknai sebagai indikator bahwa arah pengembangan pariwisata Lumajang mulai menunjukkan hasil yang terukur,” kata Indah, Senin (20/4) kemarin.

Menurut dia, capaian itu bukan sekadar prestasi peringkat, melainkan indikator perubahan struktur ekonomi daerah.

Pariwisata mulai bergerak dari sektor pelengkap menjadi penggerak utama pertumbuhan berbasis potensi lokal.

“Pariwisata tidak berdiri sendiri dan terhubung langsung dengan ekonomi masyarakat, terutama sektor usaha kecil dan layanan lokal,” tuturnya.

Penguatan posisi tersebut terlihat dari performa destinasi unggulan yakni Air Terjun Tumpak Sewu di kawasan Gunung Semeru menjadi destinasi nomor satu kunjungan wisman di Jawa Timur.

Sementara Teras Semeru turut mengokohkan citra Lumajang sebagai episentrum wisata alam berkelas dunia dengan daya tarik utama pada kekuatan lanskap alam.

Substansi capaian itu diperkuat oleh data riil kunjungan Triwulan I tahun 2026 di Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang dengan total kunjungan wisatawan mencapai 476.062 orang, melampaui target 450.000.

Dari jumlah tersebut, wisatawan nusantara (wisnus) masih mendominasi sebanyak 460.036 orang dan wisman tercatat 16.026 orang.

Dominasi wisnus menunjukkan bahwa pondasi pasar domestik Lumajang sangat kuat, namun kehadiran lebih dari 16 ribu wisman menjadi sinyal penting bahwa destinasi Lumajang mulai menembus pasar global secara konsisten.

“Kami melihat adanya tren positif pada kunjungan wisman, meskipun skalanya masih perlu diperkuat secara bertahap. Kunjungan wisman masih terkonsentrasi pada destinasi tertentu, sehingga itu menjadi ruang evaluasi untuk memperluas sebaran kunjungan,” katanya.

Dari sisi destinasi, pergerakan wisatawan di Lumajang tersebar pada sejumlah titik strategis yakni Pantai Watu Pecak mencatat kunjungan tertinggi dengan 103.075 wisatawan, disusul Tumpak Selo sebanyak 95.305 wisatawan.

Sementara Pemandian Alam Selokambang dan Pemandian Alam Tirtosari masing-masing mencatat 45.871 dan 38.484 wisatawan.

“Meski secara total kunjungan Air Terjun Tumpak Sewu sebanyak 25.821 wisatawan, namun destinasi itu menjadi kontributor utama wisman sebanyak 15.908 orang,” ujarnya.

Salah satu pemandu wisata lokal di Lumajang, Dedi merasakan perubahan ritme kerja yang kini lebih hidup seiring meningkatnya kunjungan wisman di kabupaten setempat.

“Dulu tamu asing belum tentu ada setiap hari. Sekarang mulai rutin datang, terutama ke Air Terjun Tumpak Sewu. Kami pelan-pelan belajar, dari bahasa sampai cara melayani. Ada rasa bangga juga, karena kami bisa ikut memperkenalkan Lumajang kepada wisman dari berbagai negara,” katanya. (ntr/van)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *