Periode Libur Panjang 13 – 31 Mei 2026, Wisatawan Kota Batu Tembus 296 Ribu

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Tren positif sektor pariwisata di Kota Batu terus menunjukkan taji pada pertengahan tahun 2026. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat pergerakan kunjungan wisatawan selama periode libur panjang (long weekend) yang meliputi Libur Kenaikan Yesus Kristus, Hari Raya Waisak hingga Hari Raya Idul Adha berhasil menembus angka ratusan ribu kunjungan.
Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto mengungkapkan bahwa berdasarkan rekapitulasi data sementara yang dihimpun sejak 13-31 Mei 2026, total pergerakan pelancong ke Kota Batu telah menyentuh angka 296.993 kunjungan.
”Grand total sementara untuk kunjungan wisatawan, baik yang memilih menginap di akomodasi hotel maupun yang mengunjungi langsung Daya Tarik Wisata (DTW) di Kota Batu, tercatat sebanyak 296.993 kunjungan,” ujar Onny kepada Malang POSCO Media, Minggu (31/5) petang.
Onny menjelaskan, angka fantastis tersebut didasarkan atas rekapitulasi data kolektif yang masuk hingga Minggu, 31 Mei 2026 pukul 17.04 WIB. Kendati angkanya sudah sangat tinggi, ia menggarisbawahi bahwa data yang masuk saat ini baru mencapai 45,12 persen dari keseluruhan pelaku industri makro pariwisata yang menjadi sampel pemantauan.
Secara rinci, pemantauan ini menyasar pada dua sektor utama, yakni 90 jasa usaha akomodasi atau hotel, serta 49 titik Daya Tarik Wisata (DTW) yang tersebar di wilayah Kota Batu.
”Dari sektor akomodasi hotel, okupansi harian pada hari Minggu ini tercatat mencapai 95,94 persen dengan sumbangan 756 kunjungan. Sementara jika melihat secara akumulatif, total wisatawan yang menginap di hotel selama periode libur panjang ini sudah menyentuh 37.778 kunjungan,” paparnya.
Di sisi lain, sektor hulu pariwisata yakni destinasi atau DTW masih menjadi magnet utama pergerakan massa. Akumulasi kunjungan pelancong yang mendatangi berbagai wahana dan lokasi wisata di Kota Batu melejit hingga angka 259.215 kunjungan.
Meski demikian, Onny memberikan catatan bahwa angka realisasi di lapangan diproyeksikan jauh lebih besar dari data statistik yang tercatat hari ini. Pasalnya, laporan berkala ini mengecualikan dua sektor informal dan kuliner.
”Perlu kami sampaikan bahwa data ini belum termasuk pergerakan wisatawan yang berkunjung ke jasa usaha kuliner seperti restoran, kafe, maupun rumah makan. Selain itu, data wisatawan yang menginap di homestay atau vila juga dikecualikan karena pihak paguyuban belum melaporkan,” imbuh Onny.
Mengingat periode pemantauan libur panjang ini masih akan berjalan hingga 5 Juni 2026 mendatang, Disparta Kota Batu optimis angka kunjungan akan terus merangkak naik seiring dengan tuntasnya pengiriman data dari sisa pelaku usaha pariwisata yang belum melapor.(eri/lim)




