Pesan Wali Kota Jelang HUT ke 25 Kota Batu; Kurangi Sampah, Komitmen Lingkungan
MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Wali Kota menyampaikan sejumlah pesan penting mulai dari apresiasi bagi ASN yang memasuki masa purna tugas, instruksi menjaga kebersihan lingkungan pasca World Cleanup Day, konsep perayaan Hari Jadi ke-25 Kota Batu yang ramah lingkungan, hingga imbauan mengenakan batik lokal. Penegasan ini disampaikan Wali Kota Batu H. Nurochman, S.H., M.H., saat memimpin apel rutin di Balai Kota Among Tani pada, Senin (28/9).
Di awal amanatnya, Cak Nur secara khusus melepas para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas terhitung mulai 1 Oktober 2026, termasuk Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Dra. Santi Restuningsasi, M.M., dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Drs. Susetya Herawan, M.Si.
Atas nama Pemerintah Kota Batu, Cak Nur menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi serta tanggung jawab yang telah diberikan. “Purna tugas mengakhiri masa kedinasan, tetapi tidak mengakhiri nilai pengabdian,” ujar Nurochman.
Cak Nur juga mendoakan agar para purna tugas senantiasa sehat, bahagia, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan Kota Batu. Menyinggung aksi World Cleanup Day bertajuk semangat Gugur Gunung, Bersih-Bersih Kota Batu Asri pada Jumat lalu, Wali Kota menekankan agar gerakan tersebut tidak berhenti sebatas acara seremonial semata.
Selain itu Ketua DPC PKB Kota Batu ini mengajak seluruh pegawai untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan yang dimulai dari lingkungan kerja masing-masing. “Kurangi sampah, jaga kebersihan, dan jangan meninggalkan persoalan lingkungan untuk diselesaikan oleh orang lain,” tegasnya.
Memasuki rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu atau seperempat abad perjalanan kota, Wali Kota meminta agar perayaan dirancang meriah sekaligus memberikan ruang nyata bagi pelaku UMKM serta kreativitas warga. Ada yang menarik dan inovatif dalam imbauan Hari Jadi tahun ini.
Ia mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk meninggalkan tradisi karangan bunga besar yang kerap berujung menjadi tumpukan sampah. Sebagai gantinya, Cak Nur mengimbau pemberian ucapan dialihkan dalam bentuk bibit pohon atau tanaman disertai papan ucapan sederhana. “Jadi ucapan selamat tidak berhenti sebagai pajangan beberapa hari, tetapi menjadi bagian dari penghijauan Kota Batu, untuk kita tanam bersama di Taman Hutan Kota atau ruang-ruang hijau lainnya,” pesannya.
Menyongsong Hari Batik Nasional pada 1 Oktober mendatang, ia Batu juga menginstruksikan seluruh ASN di lingkungan Pemkot Batu untuk mengenakan busana batik selama sebulan penuh. Uniknya, secara khusus menekankan agar para ASN mengutamakan karya batik buatan perajin lokal Kota Batu.
“Langkah ini diharapkan sebagai wujud nyata dalam melestarikan budaya sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat,” pungkasnya.(eri/lim)





