Sanggar Tari Kartika Mubyar Tak Sekadar Melestarikan Budaya, Tapi Juga Cetak Prestasi

MALANG POSCO MEDIA, MALANG– SMP Kartika IV-9 Malang terus menjaga eksistensi Sanggar Tari Kartika Mubyar sebagai wadah pelestarian budaya dengan menunjukkan hasil positif.
Melalui pembinaan yang konsisten, sanggar tari sekolah tersebut berhasil meraih beberapa prestasi baik tingkat regional dan lokal. Terbaru, sekolah yang beralamat di Jalan Narotama ini menjadi Juara Harapan 1 dalam ajang Paramita Got Talent Season 1 yang digelar SMK Prajnaparamita Kota Malang di Hotel Riche Heritage.
Prestasi itu menjadi bukti bahwa pelestarian seni budaya di lingkungan sekolah mampu berjalan beriringan dengan pencapaian prestasi siswa. Lima siswi anggota Sanggar Tari Kartika Mubyar tampil memukau dengan membawakan Tari Ngapotèh, tarian tradisional khas Madura, dalam kompetisi tingkat Kota Malang tersebut.
Dengan balutan busana merah khas Madura yang dipadukan tata rias dan sanggul tradisional, para penari berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan dewan juri dan penonton.
Kepala SMP Kartika IV-9 Malang, Didik Ismandi, S.Pd., Gr, mengatakan keberadaan Sanggar Tari Kartika Mubyar bukan sekadar sarana pengembangan bakat siswa, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan dan melestarikan budaya bangsa kepada generasi muda.
“Kami terus berkomitmen menjaga keberlangsungan sanggar tari sebagai ruang bagi siswa untuk belajar, mencintai, dan melestarikan budaya Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti bahwa ketika budaya dirawat dengan baik, maka akan lahir generasi yang tidak hanya mencintai seni, tetapi juga mampu berprestasi,” ujarnya, Senin (29/6).
Menurut Didik, sekolah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan seni dan budaya karena memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan tari juga melatih kedisiplinan, kerja sama, dan rasa percaya diri.
Sementara itu, Pembina Sanggar Tari Kartika Mubyar, Fraida Mega Nawangwulan, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa seluruh peserta yang tampil merupakan siswa kelas VII yang baru pertama kali mengikuti perlombaan tari.
“Alhamdulillah anak-anak bisa tampil maksimal. Ini pengalaman pertama mereka mengikuti lomba dan berhasil meraih Juara Harapan 1. Semoga menjadi motivasi untuk terus berkarya dan melestarikan seni budaya melalui tari,” tuturnya. (hud/udi)




