Tenggelamnya KM Virgo Transport 8; Empat Warga Malang Masih Dicari, Keluarga Serahkan Sampel DNA

PEDULI: Polres Malang melalui jajaran Polsek menyambangi keluarga korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8, akhir pekan kemarin. MPM - POLRES MALANG
Pemutihan Pajak Daerah 2026

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Polres Malang terus mendampingi empat keluarga warga Kabupaten Malang yang anggota keluarganya diduga berada di kapal KM Virgo Transport 8. Polisi menyambangi kediaman keluarga untuk memastikan komunikasi dan informasi terkait proses pencarian tetap terjaga.

Empat warga tersebut yakni Sulisman, warga Desa Bunutwetan, Kecamatan Pakis; Agus Ribut Setyabudi asal Pakisaji; Bambang asal Desa Wonoagung, Kecamatan Tirtoyudo; serta M Ali Imron dari Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi. Keempatnya diketahui berprofesi sebagai sopir dan berada dalam perjalanan menuju Banjarmasin menggunakan KM Virgo Transport 8.

Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono mengatakan, kunjungan dilakukan untuk memastikan keluarga memperoleh pendampingan sekaligus akses informasi dari kepolisian.

Pemutihan Pajak Daerah 2026

“Kunjungan dilakukan untuk memastikan keluarga korban tetap mendapatkan pendampingan dan akses komunikasi dengan kepolisian,” ujar Budiono, kemarin.

Polsek jajaran, lanjutnya, akan terus berkomunikasi dengan keluarga dan membantu menyampaikan perkembangan yang diterima dari pihak terkait. Polisi juga siap mengoordinasikan informasi apabila keluarga memperoleh kabar mengenai keberadaan maupun kondisi anggota keluarganya.

“Kami akan membantu mengoordinasikan informasi tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, pihak keluarga telah mendatangi posko Basarnas di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Mereka juga menyerahkan sampel DNA untuk mendukung proses identifikasi korban.

Hingga Sabtu (26/9) malam atau hari ke-14 operasi pencarian, Basarnas mencatat 172 orang telah ditemukan. Sebanyak 108 orang ditemukan selamat, sedangkan 64 orang meninggal dunia. Sementara 71 orang masih dalam pencarian.

Identifikasi korban meninggal dilakukan Tim DVI Polri dengan mencocokkan data ante mortem dari keluarga dan data post mortem. Karena itu, Polri meminta keluarga melengkapi data serta sampel DNA untuk membantu proses pencocokan identitas.

“Yang paling penting saat ini adalah memastikan informasi yang diterima keluarga benar dan berasal dari sumber resmi. Kami akan terus mendampingi dan menjaga komunikasi dengan keluarga selama proses ini berlangsung,” pungkas Budiono. (den/aim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *