Tunanetra Tempuh 80 KM Demi Kursi PTN

FOKUS: Peserta tunanetra mengerjakan soal UTBK dengan bimbingan panitia

​MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Jarak 80 kilometer antara Blitar dan Malang mungkin bagi sebagian orang hanyalah angka di peta. Namun, bagi Ahmad Saikun Najib dan Darrel Zaki Atalia, angka tersebut adalah manifestasi dari sebuah tekad yang tak kunjung padam. Meski dalam keterbatasan penglihatan, kedua siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar ini membuktikan bahwa mimpi tidak mengenal gelap.

​Kamis (23/4) kemarin, suasana Gedung B FISIP Universitas Brawijaya (UB) terasa berbeda. Di antara ribuan peserta UTBK SNBT 2026, sosok Najib dan Zaki mencuri perhatian. Mereka adalah pejuang pendidikan yang rela menempuh perjalanan jauh demi satu tujuan: mendapatkan bangku di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) impian.

​Menggunakan alat bantu khusus yang memungkinkan penyandang disabilitas netra mengerjakan soal secara mandiri, keduanya tampak tenang di dalam ruang ujian. Najib, yang merupakan anak tunggal, mengaku motivasi terbesarnya adalah keluarga.

​”Saya ingin mencari pekerjaan yang layak agar bisa membahagiakan kedua orang tua saya,” ujarnya dengan nada mantap.

​Najib membidik Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai pelabuhan studinya. Persiapannya pun tidak main-main. Selain pendampingan intensif dari sekolah, ia secara proaktif melahap materi tambahan melalui YouTube dan berdiskusi dengan rekan-rekannya. Ia ingin keberhasilannya nanti menjadi pemantik api semangat bagi adik-adik kelasnya di SLB.

​Senada dengan Najib, Darrel Zaki Atalia sempat merasakan desiran gugup saat layar monitor di depannya mulai menyala. Namun, keramahan petugas dan kecanggihan alat bantu di FISIP UB perlahan mencairkan ketegangannya.

​”Alhamdulillah, awalnya sempat deg-degan, tapi kemudian lancar sampai selesai. Dengan alat itu, kami bisa mandiri mengerjakan soal tanpa kendala berarti,” ungkap Zaki.

​UB kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus inklusif. Lokasi ujian di FISIP UB memang dirancang khusus untuk mengakomodasi peserta disabilitas. Tercatat pada gelombang ujian tahun ini, selain Najib dan Zaki, terdapat tujuh peserta penyandang disabilitas lainnya (tuli dan daksa) yang juga berjuang meraih mimpi di lokasi yang sama. (imm/udi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *