UNISMA Gelar OSHIKA MABA 2026; Sambut Ribuan Mahasiswa Baru dari Enam Negara

SINERGI: Dewan Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan Unisma, Rektor dan Wakil Rektor serta jajaran pimpinan Unisma foto bersama ribuan mahasiswa baru.
Pemutihan Pajak Daerah 2026

MALANG POSCO MEDIA, MALANG— Gedung Sport Center Universitas Islam Malang (UNISMA) mendadak bergemuruh pada Senin (28/9/2026). Ribuan pasang mata membakar semangat dalam gelaran Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (OSHIKA MABA) tahun akademik 2026/2027. Acara pembukaan berlangsung megah, penuh energi, sekaligus menyisipkan momen haru yang mendalam.

​Gemuruh sorak sorai pecah saat Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., membakar semangat para peserta di awal acara. ​”Siapa kita? Indonesia! Siapa kita? NU! Siapa kita? Unisma! Unisma? Bisa, Juara, Berkelas Dunia!” seru Prof. Junaidi dengan lantang.

Pekikan yel-yel tersebut disambut riuh ribuan mahasiswa baru yang memenuhi seluruh penjuru aula Sport Center. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan rasa bangga atas bergabungnya para generasi muda di kampus hijau berprestasi tersebut.

Pemutihan Pajak Daerah 2026

​”Selamat datang mahasiswa baru Universitas Islam Malang angkatan 2026 di Kampus Hijau, Kampus Kebanggaan Bangsa Indonesia, Kampus Kebanggaan Nahdlatul Ulama, Kampus Berkelas Dunia,” ujar Prof. Junaidi.

Tahun ini, UNISMA mencatatkan daya tarik luar biasa dengan total pendaftar menembus angka di atas 4.000 mahasiswa. Penerimaan terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama diisi 1.620 mahasiswa S1 reguler, tahap kedua mencakup 810 mahasiswa program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta Pascasarjana, dan tahap ketiga diikuti lebih dari 1.000 mahasiswa program profesi.

Menariknya, daya pikat UNISMA kian meluas hingga kancah internasional. Kampus ini menyerap puluhan mahasiswa asing dari berbagai negara, seperti Uzbekistan, Sierra Leone, Turki, Suriname, hingga Madagaskar. “Yang dari luar negeri ada 37 mahasiswa. Sebagian masih dalam proses mengurus izin masuk ke Indonesia. Yang sudah hadir di lokasi sekitar 9 atau 10 orang karena visanya sudah kelar,” jelas Prof. Junaidi.

​Simbolisasi kedamaian dan kepedulian lingkungan ditandai melalui aksi pelepasan burung merpati secara bersama-sama. Tidak hanya itu, UNISMA menegaskan komitmennya menciptakan kampus bermartabat dengan membekali peserta materi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) serta anti-perundungan.

​Wakil Rektor 3 UNISMA, Dr. Muhammad Yunus, M.Pd., menyampaikan bahwa orientasi ini dirancang selaras dengan regulasi nasional dan nilai-nilai keislaman. “Seluruh rangkaian OSHIKA MABA berpedoman pada ketentuan PKKMB Kemendikbudristek. Kegiatan ini kami integrasikan dengan nilai-nilai keislaman, Aswaja An-Nahdliyah, dan ke-Unisma-an untuk membangun karakter serta budaya akademik,” tutur Muhammad Yunus.

​Momen paling menyentuh terjadi ketika panitia memperkenalkan Windya Zuhrotun Nufus. Mahasiswa baru asal Mojokerto ini hadir menggunakan kursi roda didampingi orang tuanya. Widya, membuktikan ketangguhan mentalnya untuk tetap mengejar pendidikan tinggi.

Kehadiran Widya menjadi bukti nyata keseriusan UNISMA menjadi rumah belajar yang ramah dan inklusif bagi siapa saja tanpa diskriminasi. “Unisma hadir sebagai kampus inklusif. Unisma hadir untuk siapa saja. Unisma for everyone,” tegas Yunus.

​Melalui OSHIKA MABA 2026, UNISMA juga mendorong konsep ‘Diktisaintek Berdampak’ dengan mengenalkan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Langkah ini menjadi pijakan awal Unisma untuk mencetak lulusan unggul yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat global. (hud/adv/udi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *