5 Gejala Awal Katarak yang Wajib Diwaspadai, Jangan Anggap Sekadar Faktor Usia

MALANGPOSCOMEDIA – Dokter spesialis mata mengingatkan bahwa gejala awal katarak kerap disalahartikan sebagai penurunan penglihatan akibat penuaan. Padahal, deteksi dan penanganan dini penting dilakukan untuk mencegah gangguan penglihatan yang semakin berat.
Melansir dari laman Hindustan Times pada Selasa, dokter spesialis mata di Dr Agarwal Eye Hospital Banashankari, Bengaluru, India, Dr. Swathi Deshpande mengatakan katarak merupakan kondisi ketika lensa mata yang normalnya jernih menjadi keruh sehingga mengganggu masuknya cahaya ke retina dan menyebabkan penglihatan kabur.
“Katarak terjadi ketika protein pada lensa mata mengalami kerusakan. Protein yang rusak tersebut membentuk bercak keruh yang menghalangi cahaya sehingga penglihatan menjadi buram,” ujar Dr. Swathi.
Ia menjelaskan bahwa katarak berkembang secara perlahan dan umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri. Karena gejalanya sering menyerupai penurunan fungsi penglihatan akibat bertambahnya usia, banyak orang terlambat memeriksakan diri.
Menurut Dr. Swathi, terdapat lima gejala awal yang perlu diwaspadai.
Gejala pertama adalah penglihatan yang tampak berkabut atau buram. Penderita biasanya merasa objek terlihat kurang tajam atau seolah tertutup kabut.
Gejala kedua ialah menurunnya kemampuan melihat pada malam hari. Kondisi ini membuat aktivitas seperti mengemudi saat malam menjadi lebih sulit karena cahaya lampu jalan atau lampu kendaraan tampak terlalu silau dan jarak menjadi lebih sulit diperkirakan.
Gejala berikutnya adalah warna benda terlihat lebih pudar atau kekuningan. Kekeruhan pada lensa mata menyebabkan warna-warna tampak kurang cerah, bahkan warna putih dapat terlihat sedikit kekuningan.
Selain itu, penderita juga dapat mengalami silau atau menjadi lebih sensitif terhadap cahaya terang. Pada sebagian orang, kondisi tersebut bahkan dapat memicu sakit kepala.
Gejala lain yang paling sering ditemukan adalah perubahan ukuran lensa kacamata yang semakin sering. Menurut Dr. Swathi, kebutuhan mengganti ukuran lensa dalam waktu singkat dapat menjadi salah satu tanda awal katarak.
Ia menambahkan bahwa faktor risiko terbesar katarak adalah usia. Sebagian besar kasus ditemukan pada orang berusia di atas 60 tahun.
Namun, beberapa faktor lain juga dapat mempercepat munculnya katarak, antara lain paparan radiasi ultraviolet dalam jangka panjang, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan obat steroid dalam waktu lama, serta riwayat katarak dalam keluarga.
Dr. Swathi menyarankan masyarakat menjalani pemeriksaan mata secara berkala mulai usia 40 tahun, meski belum merasakan keluhan.
“Pemeriksaan mata setidaknya dilakukan setiap dua tahun sekali. Diagnosis dini penting untuk mempertahankan fungsi penglihatan sekaligus meningkatkan keberhasilan operasi dan proses pemulihan bila tindakan diperlukan,” katanya.(ntr/nug)




