Pesta Rasa di Matos, Boyong 30 Kuliner Legendaris dan Viral Berbagai Kota di Indonesia

Malang Posco Media, Malang – Long weekend ini, pemburu kuliner di Kota Malang bakal dimanjakan oleh Bazaar Kuliner ‘Pesta Rasa’. Mengambil lokasi di Malang Town Square (Matos), acara yang diinisiasi oleh Mafia Kuliner ini berlangsung cukup lama mulai 29 April hingga 10 Mei 2026 mendatang. Kehadiran event ini menjadi sangat spesial karena Malang dipilih sebagai kota ketiga dalam rangkaian roadshow nasional setelah sebelumnya sukses digelar di dua titik di Bali.
Project Manager Mafia Kuliner, Marcell, menjelaskan konsep utama yang diusung dalam Pesta Rasa kali ini adalah menghadirkan deretan kuliner legendaris dari berbagai kota di Indonesia dalam satu tempat. Setidaknya ada lebih dari 30 tenant ternama yang diboyong langsung dari Bali, Semarang, Jogja, Solo, hingga Jakarta. “Warga Malang tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar kota hanya untuk mencicipi hidangan-hidangan ikonik yang selama ini sudah memiliki nama besar. Cukup datang di acara Pesta Rasa di Matos,” ujar Marcell.
Nama-nama besar seperti Gudeg Yu Djum dari Jogja serta Sate Buntel dan Leker Gajahan asal Solo menjadi daya tarik utama bagi pecinta masakan Jawa Tengah. Tak ketinggalan, hadir pula Nasi Goreng Babat dari Semarang yang dikenal dengan cita rasa khasnya. Kehadiran menu-menu ini diprediksi akan menjadi magnet bagi pengunjung dari kalangan keluarga yang ingin bernostalgia dengan rasa otentik daerah asal.
Marcell menambahkan, bagi anak muda dan penggemar makanan kekinian, Pesta Rasa juga menghadirkan menu yang sedang viral seperti Gohyon Blok M dan hidangan penutup premium dari Loaf JKT yang menawarkan aneka cake serta brownies. Dari tanah dewata, Ayam Betutu Bukit Pecatu turut hadir memberikan sensasi pedas rempah yang kuat. “Selain itu, pengunjung juga bisa menemukan keunikan Rujak Kolak Medan yang didatangkan langsung dari Jakarta untuk melengkapi variasi menu yang ada,” sambungnya.
Marcell menegaskan meski yang dihadirkan adalah tenant-tenant populer, harga yang dibanderol tetap kompetitif di kisaran Rp 20 ribuan. Dengan harga yang terjangkau, pihaknya mematok target yang cukup tinggi yakni mencapai 30.000 transaksi selama masa pameran. Bahkan untuk tenant tertentu, nilai transaksi diharapkan bisa menyentuh angka Rp 20 juta hingga Rp 30 juta karena tingginya minat pasar.

Terkait alasan pemilihan lokasi, Marcell mengakui bahwa Matos memiliki daya tarik tersendiri sebagai pusat perbelanjaan yang strategis di Malang. Keputusan ini juga merupakan bagian dari rangkaian kerja sama dengan grup Lippo setelah sebelumnya mereka menggelar event serupa di Jember. Namun, ia menilai potensi pasar di Matos jauh lebih menjanjikan dengan profil pengunjung yang sesuai dengan target sasaran mereka yakni anak muda dan keluarga.
Untuk menunjang kenyamanan para pengunjung saat menyantap hidangan, pihak panitia telah menyiapkan area khusus yang dilengkapi dengan setidaknya 45 meja dan kursi. Penataan ruang diatur sedemikian rupa agar sirkulasi pengunjung tetap nyaman meski dalam kondisi ramai. Dengan fasilitas ini, diharapkan pengunjung bisa menikmati waktu bersantai sambil mencicipi berbagai hidangan tanpa harus terburu-buru. (nda)




