Wapres Gibran Dukung Rencana Pembangunan RSUD Dampit

Wiyanto: Didanai Model KPBU Butuh Investasi Sekitar Rp 450 M
MALANGPOSCOMEDIA, MALANG – Wakil Presiden, Gibran Rakabumi Raka sangat mengapresiasi rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membangun Rumat Sakit Umum Daerah (RSUD) Dampit. Sebab, keberadaan RSUD Dampit itu bisa mengampuh kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di sisi timur Kabupaten Malang.
Hal di atas diungkapkan drg Wiyanto Wijoyo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang kepada Malang Posco Media (MPM) usai melaporkan rencananya kepada Wapres Gibran Rakabumi Raka di Istana Wakil Presiden di Jakarta, Senin (27/04/2026) lalu.
‘’Beliau sangat mendukung sekali terhadap rencana Pemkab Malang. Bahkan akan membantu percepatan pembangunan RSUD Dampit,’’ tandas Wiyanto yang ketika itu mendampingi Wakil Bupati Hj. Latifah Shohib silahturahmi dengan Wapres Gibran.
Secara rinci, Wiyanto lantas menyebutkan, pokok-pokok yang mendasari rencana pembangunan RSUD Dampit. Luasnya wilayah Kabupaten Malang terdiri dari 33 Kecamatan, sangat membutuhkan kekuatan dukungan pelayanan kesehatan untuk masyarakatnya.
Saaat ini, lanjut Wiyanto, RSUD di wilayah Kabupaten Malang baru ada tiga unit RSUD. Yaitu RSUD Lawang di Malang Utara, RSUD Kanjuruhan di Kepanjen dan RSUD Ngantang di Malang Barat.
‘’Karena wilayah Malang Timur belum ada rumah sakitnya maka masyarakat di wilayah ini bertumpuh pada RSUD di Kepanjen. Akibatnya, RSUD Kepanjen sering kebanjiran pasien dari wilayah Timur dan Selatan,’’ urai Wiyanto mengulangi ucapannya kepada Wapres Gibran.
Disebutkan dia, pembangunan rumah sakit di Dampit ini akan dikaitkan dengan progam pembangunan rumah sakit yang sedang digencarkan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kesehatan.
Pemerintah pusat melalui Kemenkes akan membangun 66 rumah sakit tipe D menjadi tipe C di kabupaten/kota yang memiliki keterbatasan layanan kesehatan. Kendati tidak masuk dalam kategori daerah perbatasan, pembangunan RS di Dampit tetap akan di-chain-kan dengan progam quick win Presiden Prabowo Subianto ini.
‘’Pola ini akan kita lakukan karena dengan harapan pembangunan RS di Dampit tidak membebani APBD Kabupaten Malang. Minimal tahun 2026, pembangunannya sudah bisa dimulai,’’ kata Wiyanto dengan menyebutkan, RS Dampit akan dibangun di atas lahan milik Pemkab Malang yang luasnya 80 hektar.
‘’Sesuai arahan pak Bupati, pembangunan rumah sakit di kawasan Timur Malang ini tidak boleh mengambil anggaran APBD,’’ tambah Wiyanto dengan menyebutkan, estimasi biaya pembangunan RS di Dampit kurang lebih Rp 450 miliar.
JALUR KPBU
Di sisi lain, Wiyanto menyebutkan, selain menggunakan jalur Kemenkes melalui progam 66 rumah sakit, pembangunan RS di Dampit diupayakan menggunakan dana pihak kertiga dengan pola KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha).
Skema ini, kata Wiyanto, bertujuan untuk mempercepat pembangunan fasilitas publik tanpa harus tregantung dengan APBD. Jika tidak ada halangan, Juni mendatang, sebuah Lembaga pendana akan melakukan feasibility studi (FS).
‘’Pendek kata, semua cara akan kami tempuh agar RSUD Dampit bisa segera terwujud tanpa membebani APBD Kabupaten Malang,’’ papar Wiyanto dengan menyebutkan, tahun 2025, Kemenkes akan membangun 32 rumah sakit. Sisanya, 34 rumah sakit, akan dibangun tahun 2026.
Sementara itu dari data yang tersirat di dalam FS yang sudah disetujui pihak pendana menyebutkan, desain RSUD Dampit akan bergaya modern tropis. Tetapi tetap memperhatikan kontekstual bangunan dan lingkungan yang ada di sekitar lokasi.
Sedang facade (tampilan luar) bangunan lebih banyak didominasi penggunaan bahan terakota dan kaca lebar yang akan memberikan kesan mewah dan hiegenis. Kemudian desain lobby dan ruang tunggu berada di bagian depan bangunan dengan konsep, higienis dan modern namun tetap nyaman buat para pengantar dan penjemput pasien
Kemudian kelengkapan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) berada dijalur sirkulasi terdepan dan bisa langsung akses ke masing masing ruangan untuk tindakan lanjutan.
RSUD Dampit juga dilengkapi dengan Cafetaria, minimarket penyedia kebutuhan bagi pasien yang ada di rumah sakit dengan konsep dan suasana yang modern dengan konsep sirkulasi menerus yang memberikan kesan menyenangkan.
Sementara itu untuk pos perawat di masing masing lantai Installasi Rawat inap, didesain dengan bentuk modern dan terexpose dengan jalur linier yang memudahkan perawat mencapai kamar rawat inap bagi pasien yang membutuhkan.
Terakhir ruang rawat inap pasien akan dilengkapi dengan kamar mandi dan ruangan untuk keluarga pasien tergantung kelas yang diinginkan oleh pasien. ‘’Intinya semua serba modern,’’ pungkas Wiyanto meyakinkan. (has)




